Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Swedia Terbitkan Surat Penangkapan Julian Assange Soal Pemerkosaan

Swedia Terbitkan Surat Penangkapan Julian Assange Soal Pemerkosaan Pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Southwark Crown Court setelah dijatuhi hukuman di London. (Foto: Reuters/Henry Nicholls)

Pantau.com - Jaksa penuntut di Swedia telah meminta pengadilan untuk menahan Julian Assange karena ketidakhadirannya sebagai bagian dari penyelidikan tuduhan perkosaan.

Jika permintaan diterima, Swedia akan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pendiri Wikileaks itu. Dalam sebuah pengumuman yang dikutip dari RT, Senin (20/5/2019), wakil direktur penuntutan publik di Swedia mengatakan bahwa dia telah meminta Pengadilan Distrik untuk menahan Assange.

“Karena kemungkinan dugaan pemerkosaan (kejahatan yang kurang serius). Jika pengadilan memutuskan untuk menahannya, saya akan mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan Eropa terkait penyerahan diri ke Swedia," ujarnya.

Baca juga: Kenapa Julian Assange Takut Diekstradisi ke Amerika Serikat?

Jaksa penuntut, Eva-Marie Persson, menambahkan bahwa jika ada konflik antara surat perintah penangkapan Eropa dan permintaan ekstradisi dari AS, akan tergantung pada otoritas Inggris untuk memutuskan ke mana Assange akan dikirim setelah ia menyelesaikan hukuman penjara saat ini. .

“Hasil dari proses ini tidak mungkin untuk diprediksi. Namun, dalam pandangan saya kasus Swedia dapat dilanjutkan bersamaan dengan proses di Inggris," kata dia.

Pendiri Wikileaks saat ini menjalani hukuman penjara 50 minggu di Inggris setelah ia ditangkap di Kedutaan Besar Ekuador, di mana ia telah mencari suaka politik selama hampir tujuh tahun.

Baca juga: Pamela Anderson: Saya Mencintai Julian Assange

Assange dinyatakan bersalah karena melanggar jaminan, dan mungkin masih menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat atau Swedia.

Dua wanita menuduh Assange melakukan pelecehan seksual selama kunjungan yang ia lakukan ke Swedia pada Agustus 2010. Jaksa Swedia membuka kembali kasus tersebut setelah penangkapan Assange bulan lalu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: