Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Takut Listrik Padam di Hari Lebaran? Ini Kata Kementerian ESDM

Takut Listrik Padam di Hari Lebaran? Ini Kata Kementerian ESDM Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Pasti kalian warga Muslim mendambakan malam Idul Fitri yang meriah dengan ucapan takbir di seluruh penjuru masjid Indonesia. Namun, kerap ada beberapa wilayah yang mengalami pemadam listrik.

Nah, Kementerian ESDM menyiapkan beberapa skenario demi mengantisipasi beberapa wilayah yang pasokan listriknya masih dalam kondisi siaga selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Direktur Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan lokasi wisata akan menjadi target pembenahan defisit listrik.

"Lagi diupayakan untuk daerah yang kebetulan menjelang hari raya dan lokasinya menjadi tempat tujuan merayakan Lebaran agar daya mampu ditingkatkan," kata Rida dalam keterangannya.

Baca juga: Tiba di Chili, Smartphone China dengan Teknologi Tinggi Dijual Murah

Rida menjelaskan kendati secara keseluruhan dalam kondisi aman, masih ada sembilan kota yang dinilai siaga lantaran suplai cadangan listrik lebih kecil dibandingkan kapasitas pembangkit. 

"Adapun sembilan daerah tersebut yakni Nias, Batam Bintan, Bangka, Lombok, Interkoneksi Kalimantan, Kendari, Ternate Tidore, Ambon, dan Jayapura," kata Rida.

Langkah yang ditempuh Kementerian ESDM adalah meyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu regular. Pola operasi disusun berdasarkan perkiraan beban (load forecast).

Di samping itu, Pemerintah akan menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk, kecuali pekerjaan perbaikan atau gangguan perlatan. 

Baca juga: Ajib... 700 Persen Makanan Indonesia Laku Keras di Milan

"Pekerjaanya harus berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pasokan listrik," jelas Rida.

Skenario lain adalah memastikan ketersediaan energi primer/bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Rida menegaskan akan menyiapkan PLTU batubara dengan cadangan minimum 20 hari operasi dan pembangkit BBM untuk operasi backup dengan cadangan minimum 7 hari operasi.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: