Forgot Password Register

Tingkat Kecelakaan Menurun 32 Persen Setelah Adanya Perluasan Ganjil Genap

Polisi menindak mobil yang melanggar ganjil genap di Jalan Gatot Soebroto Jakarta (Foto: Antara/Hafidz Mubarak) Polisi menindak mobil yang melanggar ganjil genap di Jalan Gatot Soebroto Jakarta (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendata jumlah kecelakaan lalu lintas menurun hingga 32 persen selama 18 hari pemberlakuan perluasan aturan ganjil-genap pada sejumlah ruas jalan di Jakarta sejak 1 Agustus 2018 lalu. 

"Selama 18 hari sebelum pemberlakuan aturan pada 14 sampai 3 Juli, ada 241 jumlah laporan kecelakaan lalu lintas dan 300 korban, sementara pada 18 hari setelah aturan berlaku, pada 1 Agustus sampai 18 Agustus jumlah laporan menurun hingga 163, dan 184 korban. Artinya, ada penurunan sekitar 32 persen," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto di Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2019.

Baca juga: Kadishub DKI: Perluasan Ganjil-Genap Tingkatkan Kecepatan Kendaraan

Berdasarkan laporan itu, jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas di wilayah Jabodetabek juga menurun sekitar 32 persen dari 24 jiwa menjadi 13 jiwa.

"Sementara untuk korban luka berat, 18 hari sebelum perluasan ganjil-genap ada 31 orang dan setelah hanya hanya 14 orang," ujarnya.

Di samping penurunan korban jiwa dan luka berat, perluasan aturan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan arteri di Jakarta, turut berdampak pada berkurangnya kerugian materil dari kecelakaan lalu lintas.

"Sebelum perluasan pada 14-31 Juli, total kerugian materil akibat laka lantas mencapai Rp680 juta, sementara pada 1-8 Agustus, kerugian berkurang hingga 36 persen menjadi Rp435,2 juta," ujar Budiyanto.

Baca juga: Anies Klaim Aturan Ganjil Genap Buat Pengguna Transjakarta Meningkat

Dari dua periode sebelum dan setelah perluasan ganjil-genap diberlakukan, jumlah kecelakaan terbanyak masih ditemukan di Jakarta Timur, sementara jumlah kasus laka lantas paling sedikit ditemukan di Kepulauan Seribu.

"Di Jakarta Timur sebelum ada perluasan ada 45 kejadian laka lantas, setelah aturan ganjil-genap diberlakukan hanya ada 39 kasus laka lantas. Sementara di kepulauan seribu nihil untuk kasus laka lantas," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More