Pantau Flash
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara
Buat yang Minat, Walmart Tawarkan Beasiswa untuk Siswa SMA

TKN Jokowi-Ma'ruf Nilai Permintaan Maaf Prabowo Tak Tulus Soal Pernyataan 'Tampang Boyolali'

TKN Jokowi-Ma'ruf Nilai Permintaan Maaf Prabowo Tak Tulus Soal Pernyataan 'Tampang Boyolali' TKN Jokowi (Foto: Pantau.com/ Lilis Varwati)

Pantau.com - Koordinator penugasan khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah memberikan tanggapan terkait klarifikasi permintaan maaf Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal ucapan 'Tampang Boyolali'. Inas menilai permintaan maaf Prabowo tak tulus dan lebih mengarah ke politis.

"Minta maaf-nya Prabowo bukanlah minta maaf yang meluncur dari nuraninya, melainkan minta maaf politis, karena permintaan maaf tersebut dikakukan setelah mengkalkulasi dulu untung ruginya," cetus Inas saat dihubungi Pantau.com, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Ucapan "Tampang Boyolali" Timbulkan Polemik, Prabowo Minta Maaf

Inas mengungkapkan, dirinya mencermati selama ini pernyataan-pernyataan bernada caci maki dan pelecehan kerap kali dilontarkan mantan Danjen Kopasus itu. Menurutnya, hal itu sudah menjadi kebiasaan dari Prabowo.

Kemudian ia pun lantas memberikan beberapa contoh kasus pernyataan-pernyataan Prabowo yang dinilainya sangat kontroversi.

"1. Gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Garut, Jumat, 25 Oktober 2013, “Kalau hakim agung-hakim Mahkamah Konstitusi bisa disogok, apalagi wartawan. Sama saja”. 2. Thn 2014 di acara PKS: “bangsa Indonesia kadang-kadang naif, lugu dan goblok. 3. Terhadap wartawan: “gaji kalian kecil, muka kalian gak belanja di mall”. 4. Kampanye Pilkada Jabar: “Elit-elit di Jakarta maling semua”. 5. Analogi kemiskinan dgn tampang Boyolali," paparnya.

Lebih lanjut, ia pun menilai kebiasaan Prabowo yang dianggapnya selalu menimbulkan kontroversi akan terus berlanjut. Ia tak menjamin hal itu akan bisa dihentikan.

"Cukup jelas bahwa kebiasaan ini akan berulang dan berulang lagi, apakah Prabowo mampu mengerem kebiasaan-nya ini? Kita lihat dalam 6 bulan kedepan," pungkasnya.

Baca juga: Tim BPN Prabowo-Sandi Soal 'Tampang Boyolali': Tidak Bermaksud Merendahkan

Sebelumnya Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan klarifikasi terkait ucapannya dalam video yang kini menjadi viral mengenai "tampang Boyolali" saat peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 30 Oktober 2018. Dalam video klarifikasi tersebut Prabowo menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya.

Klarifikasi ini disampaikan Prabowo, di akun media sosial twitter milik koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak, Selasa, 6 November 2018.

"Saya kira itu mungkin berlebihan ya. Saya tidak ada niat sama sekali. Itu kan cara saya kalau bicara itu familiar dari istilah atau mungkin bahasa-bahasa sebagai seorang teman,"ujar Prabowo dalam video.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: