Forgot Password Register

Headlines

Tren Pelemahan Rupiah Diprediksi Hingga Akhir Tahun 2018

Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan) Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS berlangsung sejak Jumat 20 April 2018. Rupiah bahkan sempat Rp.13.908 per dolar AS pada Senin 23 April 2018.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan tren pelemahan rupiah diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2018 seiring dengan potensi kenaikan suku bunga AS.

"Sampai akhir tahun kemungkinan besar pelemahan rupiah akan terus berlanjut seiring potensi kenaikan Fed rate dan kondisi fundamental ekonomi yang melemah," ujarnya kepada Pantau.com.

Baca juga: PKS Desak BI Jaga Psikologis Pelaku Pasar Imbas Melemahnya Rupiah

Bhima menambahkan, dampak dari pelemahan rupiah tersebut akan berpengaruh pada selisih proyeksi kurs rupiah dalam APBN 2018. "Dampaknya asumsi kurs rupiah di APBN yang ditarget 13.400 deviasinya makin besar," paparnya.

Sementara tahun 2018, lanjutnya, pemerintah punya kewajiban pembayaran utang luar negeri USD9,1 miliar. Jika asumsi kurs bisa Rp14.000 maka selisih pembayaran utang luar negeri pemerintah mencapai Rp5,5 triliun.

"Deviasi kurs semakin jauh dari asumsi APBN efek ke anggaran yang digunakan untuk pembayaran utang valas makin besar," ungkapnya.

Baca juga: Asosiasi Pengusaha: Antisipasi Pemerintah Soal Pelemahan Rupiah Bikin Khawatir

Ia menambahkan, jika Utang Luar Negeri yang membengkak sementara kinerja ekspor rendah makan DSR (debt to service ratio) akan meningkat. Menurutnya jika tidak hati-hati, maka akan beresiko krisis dalam jangka panjang.

"Saat ini angka DSR sudah 34 persen berada di batas aman IMF maksimum 25 persen. Di Asia kita salah satu yang paling tinggi. Ini bisa sebabkan resiko krisis juga dalam jangka panjang kalo tidak hati hati," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More