Forgot Password Register

Asosiasi Pengusaha: Antisipasi Pemerintah Soal Pelemahan Rupiah Bikin Khawatir

Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan) Uang Rupiah dan Dolar. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menanggapi pengaruh pelemahan rupiah terhadap kegiatan usaha. Haryadi mengatakan, seharusnya hal ini dapat diwaspadai karena sudah ada prediksi sejak awal.

"Kita tidak terlalu waspada padahal ini sudah diprediksi. Amerika akan membaik ekonominya dan kalau membaik akan menyebabkan secara global melemahkan mata uang lainnya kita semua sudah tahu. Kita kurang antisipasi menyiapkan segala sesuatunya," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Syahid, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Ia menilai kondisi ini cukup mengkhawatirkan. "Kita cukup khawatir juga, kita sudah prediksi rupiah sebelumnya pasti mengalami tekanan. Terutama bulan-bulan antara Mei-Juni, pertama kita tahu bahwa The Fed itu akan menaikkan suku bunganya lagi," ungkapnya.

Baca juga: Airlangga Hartarto Bongkar Dampak Pelemahan Rupiah untuk Sektor Industri

Selain itu, faktor lainnya beberapa perusahaan asing di Indonesia saat pembagian deviden cenderung akan mengkonversi ke dalam mata uang masing-masing. "Ekspor kita relatif tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan volume naiknya tidak terlalu banyak," paparnya.

Disamping itu, impor bahan baku di Indonesia juga cukup dominan. "Sehingga tekanan ini yang kita pandang akan masih akan berlanjut. Yang paling berpengaruh kebijakan Amerika itu sendiri," terangnya.

Namun Haryadi mengatakan, pihaknya harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang terjadi. Ia berharap, masyarakat tidak panik dengan kondisi saat ini.

"Kita kan selalu mengadakan adaptasi waktu 1998 juga bisa adaptasi, situasi ini bukan artinya selalu menjadi bencana, ekonomi kan fleksibel. Yang penting sekali masyarakat jangan panik, nggak bagus," ungkapnya.

Baca juga: Antisipasi Sentuh Angka Rp14 Ribu, BI Bakal Lakukan Intervensi Rupiah

Upaya untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah, sambungnya, akan bergantung pada proses alamiah. "Pasti upaya menjawab ekspor pasti akan menjadi motivasi kita, dan untuk importnya akan berupaya supaya tidak keluar daripada norma yang sudah kita atur dalam menghitung biaya yang ada," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, upaya pemulihan dari pelemahan rupiah juga harus diupayakan oleh penguatan perekonomian Indonesia dengan meningkatkan hasil ekspor.

"Perekonomian sendiri kan tidak sebagus negara lain ekspor nya cukup besar, meski rasio utang (Indonesia) hanya 30 persen dari GDP tapi perolehan ekspor kita dibandingkan utang relatif kecil, itu yang harus dijaga," kata dia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More