Forgot Password Register

Airlangga Hartarto Bongkar Dampak Pelemahan Rupiah untuk Sektor Industri

Menperin Airlangga Hartarto. (Foto: Antara/Basri Marzuki) Menperin Airlangga Hartarto. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

Pantau.com - Menteri Perindustrian menanggapi pelemahan rupiah yang terjadi sejak Jumat pekan lalu yang menyentuh Rp13.908 per dolar AS. Airlangga mengatakan pelemahan rupiah menimbulkan berbagai gejolak pada sektor industri.

"Kalau Impor udah pasti lebih mahal, ekspor  bisa dapat tambahan," ujarnya saat ditemui usai pemaparan dalam Musyawarah Nasional (Munas) APINDO ke-10, di Grand Syahid, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Baca juga: Ini Penjelasan Lengkap BI Soal Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Meski begitu, Airlangga mendorong agar stabilitas rupiah terus dilakukan. Karena nilai tukar yang tidak stabil tentunya tidak diinginkan kan oleh para pelaku usaha.

"Pelemahan rupiah, tentu stabilitas mata uang itu penting bagi industri, mata uang yang tidak stabil tidak dikehendaki oleh pengusaha," paparnya.

Ia berharap agar Bank Indonesia selaku yang bertugas sebagai pengendali kebijakan moneter dapat melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. "Yang penting dia (nilai tukar rupiah) harus stabil, tentu kita (pun) berharap rupiah lebih stabil," katanya.

"Nah tugas Bank Indonesia kan menjaga stabilitas mata uang," pungkasnya.

Baca juga: Antisipasi Sentuh Angka Rp14 Ribu, BI Bakal Lakukan Intervensi Rupiah

Seperti diberitakan Pantau.com sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menanggapi pelemahan rupiah yang terjadi sejak Jumat (22/4). Bahkan menyentuh angka Rp13.908 per dolar AS, Senin 23 April 2018..

"Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More