
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai perusahaan tidak cukup hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga harus membuka ruang bagi pekerja untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan atau upskilling.
Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa pekerja tidak seharusnya berada bertahun-tahun pada posisi yang sama tanpa kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang yang perlu didukung oleh lingkungan kerja yang mendorong peningkatan kapasitas.
"Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu," ungkapnya.
Pengembangan Pekerja Jadi Strategi Jangka Panjang
Yassierli menekankan bahwa pengembangan pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.
Ia menyebut membantu pekerja berkembang bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan terhadap sumber daya manusia, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang bagi keberlanjutan perusahaan.
Menurutnya, pekerja yang diberi kesempatan untuk berkembang akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan perusahaan tempat mereka bekerja.
Kondisi tersebut dinilai mampu mendorong ketahanan perusahaan dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
"Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan long-term effect bagi perusahaan dalam jangka panjang," katanya.
Lingkungan Kerja Bermakna Perkuat Keterlibatan Pekerja
Yassierli menjelaskan pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban, tetapi juga memiliki semangat kerja, rasa memiliki, dan keinginan untuk memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya memiliki arti penting.
"Memberdayakan pekerja itu artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement, mereka memiliki semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas mereka," ujarnya.
Selain pengembangan keterampilan, ia menilai nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah harus terus dijaga dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang dapat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial di masa depan.
Yassierli juga menyampaikan keprihatinannya apabila masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 tahun hingga 20 tahun tetapi tidak mengalami perkembangan kemampuan.
Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar karena setiap orang memiliki potensi yang seharusnya dibantu untuk berkembang.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya bertugas menyediakan pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaiknya serta memperluas keterampilan.
Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dunia kerja dan tidak terus berada pada posisi yang sama.
Yassierli mengingatkan bahwa dunia kerja di masa depan akan menghadapi tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting bagi pekerja maupun perusahaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







