Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Menteri Jonan Pastikan 100 Persen Rumah Tersambung Listrik di Akhir 2020
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua

UEA Sebut 4 Kapal Tanker Disabotase di Dekat Pelabuhan Fujairah

UEA Sebut 4 Kapal Tanker Disabotase di Dekat Pelabuhan Fujairah Ilustrasi kapal tanker di dekat Pelabuhan Fujairah, UEA. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Empat kapal tanker menjadi taget sabotase di dekat teritorial Uni Emirat Arab, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, kata Kementerian Luar Negeri, tanpa memberikan rincian sabotase pada Minggu, 12 Mei 2019.

Insiden terjadi di dekat lepas pantai Emirat Fujairah, Uni Emirat Arab, salah satu hub bunker terbesar di dunia yang terletak di Selat Hormuz, demikian pernyataan kementrian. Meski demikian, operasi perdagangan di Pelabuhan Fujairah dilaporkan masih berjalan dengan lancar.

Selat itu merupakan rute perlayaran minyak dan gas dunia yang vital, yang memisahkan negara Teluk dan Iran, yang terlibat dalam perang dingin dengan Amerika Serikat mengenai sanksi AS dan keberadaan militer AS di wilayah tersebut.

Baca juga: Sabotase di Dekat Perairan UEA, Mesir Langsung Pasang Badan

"Penargetan kapal komersial untuk operasi sabotase yang dianggap berbahaya akan mengancam hidup para kru kapal," menurut kantor berita negara WAM, seperti dikutip Reuters, Senin (13/5/2019).

Dalam pernyataan itu disebutkan insiden tersebut tidak mengakibatkan tumpahan minyak. UEA juga tidak menyalahkan negara atau pihak lain untuk operasi tersebut.

Terkait peristiwa itu, seorang anggota parlemen senior Iran sekaligus Ketua Komite Keamanan Nasional di parlemen, Heshmatollah Falahatpisheh, mengatakan telah terjadi ledakan di dekat pelabuhan Fujairah. Namun, pemerintah Fujairah, salah satu dari 7 emirat UEA, membantah laporan ledakan tersebut.

Baca juga: Seorang Pria yang Dicurigai Mata-mata UEA Bunuh Diri di Penjara Turki

Kini pemerintah telah mengambil tidakan yang diperlukan dan meluncurkan penyelidikan dengan otoritas internasional.

Ketegangan di wilayah itu telah meningkat, dengan Washington mengatakan telah mengirim kapal induk AS dan kekuatan lain ke Timur Tengah menyusul dengan sejumlah ancaman Iran, semetara Teheran menyebutkan kehadiran AS di perairan itu adalah 'target' daripada ancaman.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: