
Pantau - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, memperkenalkan program pengembangan produksi perikanan berbasis dua zona, yakni sumber daya laut dan darat, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan.
Fokus Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Darat
Plt Kepala DKP Kabupaten Jayapura, Petrus Ohee, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang sesuai arahan Bupati Jayapura untuk mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Zona pertama meliputi wilayah pesisir pantai atau sumber daya laut di Distrik Depapre, yang akan dikembangkan untuk budi daya perikanan tangkap, ekowisata bahari, dan rumput laut.
Zona kedua mencakup wilayah Danau Sentani, meliputi Distrik Sentani Barat dan Distrik Sentani Timur, dengan fokus pada pengembangan budi daya perikanan air tawar.
Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Nelayan
Program ini juga mencakup pelatihan teknis bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas tangkapan ikan menggunakan peralatan ramah lingkungan serta pemberian benih ikan.
Selain meningkatkan produksi perikanan, program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Jayapura.
Tenaga kerja lokal akan diserap dalam berbagai tahapan, mulai dari proses budi daya hingga pemasaran, serta mendorong keterlibatan UMKM dalam pengelolaan hasil perikanan.
Papua memiliki potensi perikanan yang besar, dengan garis pantai sepanjang 1.170 mil laut serta luas perairan teritorial 45.510 kilometer persegi yang kaya akan biota laut bernilai ekonomis tinggi.
Potensi lestari sumber daya perikanan laut di Papua mencapai sekitar 1.524.800 ton per tahun, sementara potensi perikanan darat mencapai sekitar 268.100 ton per tahun. Selain itu, lahan yang tersedia untuk pengembangan budi daya laut dan tambak diperkirakan seluas 1.663.200 hektare.
- Penulis :
- Pantau Community








