Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Cirebon Libatkan 160 Mitra untuk Serap Gabah Petani Cimajakuning Selama Panen Raya 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bulog Cirebon Libatkan 160 Mitra untuk Serap Gabah Petani Cimajakuning Selama Panen Raya 2025
Foto: Bulog Cirebon Libatkan 160 Mitra untuk Serap Gabah Petani Cimajakuning Selama Panen Raya 2025(Sumber: ANTARA/Fathnur Rohman.)

Pantau - Perum Bulog Cabang Cirebon melibatkan 160 mitra pengadaan dan pengolahan dalam menyerap gabah petani selama panen raya pertama tahun 2025 di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Cimajakuning), sebagai upaya menjaga stabilitas stok beras nasional.

Skema Jemput Bola Dorong Serapan Gabah Langsung dari Sentra Produksi

Kepala Perum Bulog Cirebon, Ramaijon Purba, menjelaskan bahwa skema kemitraan ini memungkinkan Bulog untuk melakukan penyerapan secara aktif melalui pendekatan jemput bola di lapangan.

"Kami tidak bekerja sendiri. Ada sekitar 100 mitra pengadaan dan 60 mitra pengolahan yang terus kami gerakkan agar serapan tetap berjalan," ungkapnya.

Dengan dukungan para mitra tersebut, hingga akhir Mei 2025, Bulog Cirebon telah berhasil menyerap sekitar 106 ribu ton gabah dan 68 ribu ton beras.

"Jika dikonversi, totalnya mencapai 125 ribu ton setara beras," tambah Ramaijon.

Serapan tertinggi terjadi pada April 2025 yang mencapai 50 ribu ton, disusul Maret dan Mei masing-masing 28 ribu ton, serta Februari sebesar 15 ribu ton.

Mitra Jadi Kunci Keberlanjutan Serapan dan Stabilisasi Cadangan Beras

Setelah panen raya, Ramaijon mengakui bahwa volume serapan cenderung menurun.

"Sekarang per hari hanya sekitar 200 sampai 300 ton, tetapi kami tetap serap. Kami perkirakan Juni ini bisa mencapai 10 ribu ton," ujarnya.

Keberadaan mitra di lapangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan penyerapan hasil panen, terutama saat musim panen tidak serentak di seluruh wilayah.

Kolaborasi ini juga berdampak langsung pada terjaganya ketersediaan stok beras pemerintah.

Saat ini, cadangan beras di gudang Bulog Cirebon mencapai 182 ribu ton dan seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.

"Tanpa mitra, sulit menjangkau semua sentra panen. Makanya kami aktifkan mereka untuk menyisir titik-titik produksi," jelas Ramaijon.

Penulis :
Aditya Yohan