Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf dan Kadin Teken MoU Strategis, Dorong Ekonomi Kreatif Indonesia Naik Kelas di 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenekraf dan Kadin Teken MoU Strategis, Dorong Ekonomi Kreatif Indonesia Naik Kelas di 2026
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Ketua Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU untuk pengembangan industri kreatif di Jakarta, Minggu (30/11/2025) (ANTARA/Fitra Ashari).)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie di Jakarta pada Minggu, 30 November 2025.

"Akan ada banyak kolaborasi antara Ekonomi Kreatif dan Kadin untuk pada 2026. Jadi kesepahaman ini mencakup pengembangan peluang industri kreatif, penguatan jejaring di dunia usaha, serta dorongan realisasi nilai tambah dan kolaborasi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan pertumbuhan," ujar Riefky.

Penguatan Ekosistem dan Klaster Ekraf Nasional

MoU tersebut mencakup penyediaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pembukaan akses pasar domestik dan global, transformasi digital yang aman dan inklusif, penguatan komersialisasi kekayaan intelektual (IP), serta penguatan rantai pasok sektor ekonomi kreatif.

Kerja sama ini juga mendukung delapan klaster pengembangan ekonomi kreatif nasional, yaitu Ekraf Data, Ekraf Bijak, Talenta Ekraf, Infra Ekraf, Ekraf Kaya, Dana Ekraf, Pasar Ekraf, dan Sinergi Ekraf.

"Jadi sebetulnya kalau kita lihat MoU kita bisa masuk klaster mana saja, saya rasa hampir semua klaster kita bisa implementasikan bersama Kadin," jelas Riefky.

Ia menambahkan bahwa ekosistem kreatif Indonesia sedang diarahkan menuju pembangunan versi 5.0, yang menekankan pada tiga unsur utama: people (talenta), IP (kekayaan intelektual), dan impact (dampak sosial, ekonomi, dan teknologi).

Kemenekraf menargetkan peningkatan indikator utama ekonomi kreatif pada 2026, yaitu investasi, nilai ekspor, jumlah tenaga kerja, dan pertumbuhan nilai ekonomi sektor kreatif.

Menuju Panggung Global Ekonomi Kreatif

Sebagai bagian dari strategi internasional, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Riefky menyebutkan bahwa dukungan Kadin sangat dibutuhkan agar Indonesia dapat memainkan peran aktif dalam peta ekonomi kreatif global, termasuk dengan membangun skema insentif investasi di subsektor film, game, dan aplikasi, serta mendorong ekspor subsektor seperti fashion, kuliner, kriya, dan penerbitan.

"Ini sudah kami sampaikan di depan Presiden bahwa kami akan meminta atau membicarakan juga dengan Menteri Keuangan terkait insentif untuk meningkatkan investasi di sektor film, game, dan aplikasi," ujarnya.

Ketua Kadin Anindya Novyan Bakrie menyambut baik kerja sama tersebut dan menekankan pentingnya kemandirian industri kreatif Indonesia.

"Nah ini yang saya rasa kalau Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, mempunyai konten dan IP-nya sendiri, bahkan dengan berkembangnya upaya diplomasi regional Pak Presiden, baik ke ASEAN, apapun ke APEC ke G20, ini bisa sama-sama kita sosialisasikan," katanya.

Anindya menambahkan bahwa Kadin siap mendorong penciptaan lapangan kerja dan memastikan agar ekonomi kreatif Indonesia benar-benar naik kelas melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.

Penulis :
Gerry Eka