Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Awal Tahun Cerah, IHSG Ditutup Menguat 1,17 Persen Disokong Optimisme Pasar dan Sektor Transportasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Awal Tahun Cerah, IHSG Ditutup Menguat 1,17 Persen Disokong Optimisme Pasar dan Sektor Transportasi
Foto: (Sumber: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan beberapa pejabat penting lainnya membuka perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pada pembukaan perdagangan, IHSG meningkat 37,130 poin atau 0,43 persen, mencapai level 8.684,069. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA).)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 2 Januari 2026, ditutup menguat sebesar 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13, seiring dengan meningkatnya optimisme pelaku pasar di awal tahun.

Indeks LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 5,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 852,00.

Optimisme Awal Tahun dan Sinyal Positif dari Pasar

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa pasar tetap optimis meskipun indeks manufaktur Indonesia mengalami perlambatan.

"Meskipun mengalami perlambatan, posisi indeks manufaktur masih di zona ekspansi yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas manufaktur secara stabil," ujarnya.

Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia versi S&P Global tercatat sebesar 51,2 pada Desember 2025, turun dari 53,3 pada bulan sebelumnya, namun tetap berada di atas ambang ekspansi.

Pada hari yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Seremoni Pembukaan Perdagangan Tahun 2026 yang dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, dan Direktur Utama BEI Iman Rachman.

Dalam sambutannya, Purbaya mengungkapkan keyakinannya bahwa IHSG berpotensi menembus level 10.000 pada tahun ini.

Performa Sektor dan Saham Penggerak

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat 37,13 poin ke level 8.684,07 dan bertahan di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 9 sektor mengalami penguatan, dipimpin sektor transportasi & logistik yang melonjak 6,37 persen.

Sektor teknologi dan barang konsumen primer masing-masing naik 3,61 persen.

Sementara itu, dua sektor melemah yakni sektor keuangan dan sektor kesehatan, yang masing-masing turun 1,14 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar di antaranya LEAD, PJHB, HUMI, TRUE, dan TMAS.

Sedangkan saham yang melemah paling dalam adalah GMFI, LMAX, CINT, PUDP, dan AWAN.

Statistik perdagangan mencatat frekuensi transaksi mencapai 3.127.022 kali, dengan volume 51,14 miliar lembar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp22,26 triliun.

Sebanyak 479 saham ditutup menguat, 200 saham melemah, dan 131 stagnan.

Bursa Regional dan Sentimen Global

Bursa saham Asia turut bergerak positif. Indeks Hang Seng melonjak 707,93 poin (2,76 persen) ke level 26.338,47, sementara Indeks Straits Times menguat 9,91 poin (0,21 persen) ke level 4.656,12.

Adapun bursa Nikkei Jepang dan Shanghai China masih tutup libur Tahun Baru.

Dari global, pelaku pasar mencermati risalah rapat The Fed yang menunjukkan perbedaan pandangan mengenai waktu pemangkasan suku bunga, meski bank sentral AS tetap mempertahankan bias pelonggaran dengan syarat inflasi terus menurun.

Selain itu, pasar domestik juga menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Desember 2025 sebagai indikator arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Penulis :
Gerry Eka