Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas: Indonesia Capai Swasembada Beras, Stok Awal 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bapanas: Indonesia Capai Swasembada Beras, Stok Awal 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah
Foto: (Sumber: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa Indonesia resmi mencapai swasembada beras, ditandai dengan stok awal tahun 2026 yang mencapai 12,529 juta ton—angka tertinggi dalam sejarah, naik 203 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah optimistis dengan kekuatan ketersediaan beras nasional.

“Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ungkapnya.

Tidak Ada Impor, Produksi Lokal Jadi Tulang Punggung

Stok awal 2026 ini seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri, tanpa adanya impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.

Stok tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 3,248 juta ton yang dikelola Perum Bulog, serta sisa stok di rumah tangga, penggilingan, pedagang, dan sektor horeka (hotel, restoran, katering).

Dibandingkan dengan stok awal 2025 sebesar 8,402 juta ton, kenaikan tahun ini mencapai 49,12 persen.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa ketersediaan beras nasional tidak hanya aman, tetapi sangat aman, bahkan cukup hingga Ramadhan dan Lebaran 2026.

“Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada sangatnya, (stok kita) sangat aman. Sekarang tanpa impor, stok kita (CBP) lebih dari 3 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadhan. Tidak ada masalah. Semua aman,” tegas Amran.

Proyeksi Produksi dan Kebijakan Propetani

Dengan stok awal sebesar 12,529 juta ton dan asumsi kebutuhan konsumsi bulanan sebesar 2,591 juta ton, persediaan dinilai cukup untuk hampir 5 bulan.

Pemerintah juga memproyeksikan produksi beras nasional tahun 2026 mencapai 34,7 juta ton, yang akan menghasilkan stok akhir tahun sebesar 16,194 juta ton.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan impor beras konsumsi selama 2026, sebagaimana yang juga dilakukan sepanjang 2025.

Pemerintah mendorong pelaku usaha nasional untuk mengoptimalkan bahan baku lokal, termasuk beras pecah dan ketan pecah.

“Petani dalam negeri kita tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan secara luas bagi kebutuhan masyarakat Indonesia,” tegas Amran.

Penulis :
Gerry Eka