
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pasokan beras untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera dalam kondisi aman, menyusul instruksi pemerintah untuk melipatgandakan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan setiap kabupaten/kota.
Kebijakan Pemerintah dan Strategi Distribusi
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Tujuannya adalah agar daerah tidak mengalami kekurangan pangan apabila terjadi lonjakan kebutuhan secara mendadak.
" Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota," ungkap Rizal.
Ia mencontohkan Kabupaten Bener Meriah di Aceh yang mengajukan tambahan 1.000 ton beras, lalu dipenuhi menjadi 3.000 ton guna menjamin ketersediaan pangan selama masa tanggap darurat banjir.
Total penyaluran beras di Provinsi Aceh telah mencapai 8.670 ton, dengan stok tersedia sekitar 75.000 ton yang tersebar di gudang-gudang strategis berbagai kabupaten/kota.
" Nah ini supaya apa? Untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan. Dan sekarang ini kita masifkan pendorongan-pendorongan tersebut," tambah Rizal.
Untuk daerah yang tidak memiliki gudang seperti Bener Meriah, distribusi dilakukan dari gudang Bulog di Takengon.
Sementara itu, Aceh Tamiang dilayani dari gudang Langsa dan gudang sementara di GOR Aceh Tamiang.
" Alhamdulillah sampai dengan hari ini di GOR Aceh Tamiang itu sudah cukup banyak (stok beras), tinggal nanti masing-masing kabupaten/kota memanajemennya untuk mendistribusikan ke masing-masing kecamatan atau bahkan desa," jelas Rizal.
Dukungan TNI dan Penyaluran di Wilayah Lain
Di Sumatera Utara, Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras, dengan stok saat ini mencapai 125.781 ton.
Sementara di Sumatera Barat, penyaluran mencapai 1.069 ton, dan stok gudang di provinsi tersebut sekitar 8.527 ton.
Tantangan utama dalam proses distribusi adalah terbatasnya akses darat akibat jembatan putus dan infrastruktur rusak.
Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan TNI AU dan TNI AL dalam memanfaatkan jalur udara dan laut.
" Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB," ujar Rizal.
Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di tengah bencana.
" Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya," tegasnya.
Hingga 2 Januari 2026, total beras yang telah disalurkan untuk bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 14.227 ton.
Penyaluran akan terus ditingkatkan seiring perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







