
Pantau - Pemerintah bersama Champion Cabai memasok 10,9 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta hingga Selasa 24 Februari 2026 guna menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Champion Cabai menggerakkan pasokan tersebut dari berbagai daerah sentra produksi untuk memperkuat stok di pasar induk terbesar di Jakarta.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan, "Pemerintah telah memobilisasi stok cabai rawit merah bekerja sama dengan petani yang merupakan Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian dari berbagai daerah sampai Selasa 24/2 kemarin sudah mencapai 10,9 ton," ungkapnya.
Dari total 10,9 ton tersebut, Bapanas memberikan subsidi biaya distribusi sekitar 7 ton terutama untuk pengiriman menggunakan angkutan udara agar pasokan cepat tiba di Jakarta.
Ketut mengatakan, "Harga cabai rawit merah yang agak tinggi belakangan ini, memang di hulunya sudah tinggi. Oleh karena itu, langkah yang kami tempuh sebagaimana arahan dari Bapak Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman maka kami sudah menggerakkan cabai rawit merah ke PIKJ," jelasnya.
Ia menambahkan, "Kita upayakan masuk dulu cabai ini ke pasar induk, sehingga harga mudah-mudahan bisa kita kendalikan karena pasokan sudah mulai bergerak," tegasnya.
Kronologi Distribusi dari Berbagai Daerah
Distribusi cabai rawit merah dimulai pada 19 Februari 2026 sebanyak 980 kilogram dari Champion Cabai Magelang Jawa Tengah yang tiba di PIKJ.
Pada 20 Februari 2026 sebanyak 538 kilogram dari Champion Cabai Bandung Jawa Barat kembali masuk ke PIKJ untuk memperkuat stok.
Sehari kemudian pada 21 Februari 2026 distribusi meningkat menjadi 1.050 kilogram yang dikirim dari Champion Cabai Enrekang Sulawesi Selatan.
Pasokan kembali bertambah pada 22 Februari 2026 saat Champion Cabai Magelang Jawa Tengah memasok 1.750 kilogram ke PIKJ.
Ketut menjelaskan, "Besoknya 1.260 kg datang dari Champion Cabai Magelang Jateng ditambah 750 kg dari Champion Cabai Garut Jabar," katanya.
Puncak mobilisasi terjadi pada 24 Februari 2026 dengan total 4.600 kilogram dalam sehari yang terdiri atas 2.100 kilogram dari Champion Cabai Enrekang Sulawesi Selatan dan 2.500 kilogram dari Champion Cabai Magelang Jawa Tengah.
Harga Mulai Turun dan Pasokan Disebut Aman
Cabai rawit merah dari PIKJ dilepas ke tingkat pengecer dengan harga Rp60.000 sampai Rp65.000 per kilogram guna menekan harga di pasar turunan.
Ketut menyebut langkah tersebut berjalan berkat kolaborasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan seluruh Champion Cabai binaannya serta didukung proyeksi produksi yang meningkat seiring curah hujan mulai melandai.
Salah seorang pedagang di PIKJ bernama Ali mengatakan, "(Harga cabai) turun terus setiap hari. Pasokannya sudah banyak. Harga Rp60.000 sampai Rp65.000 per kilogram kalau yang super. Paling 3 sampai 4 harian lagi, paling sudah Rp50.000 per kilogram," ujarnya.
Pedagang lainnya, Tomi, menyampaikan, "Harga untuk saat ini di sekitaran harga Rp70.000 sampai Rp75.000 per kg. Mentok. Sudah turun drastis. Tidak seperti kemarin sampai ke Rp140.000 sampai Rp150.000 per kilogram, sekarang sudah turun dari semua," katanya.
Ia menambahkan, "Stok Insya Allah aman. Ini kan berkat ada rawit dari subsidi pemerintah. Alhamdulillah itu semenjak ada itu pasokan rawit aman, turun harganya langsung drastis," ungkapnya.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas per 25 Februari 2026 pukul 13.35 WIB, harga cabai rawit merah tercatat Rp73.782 per kilogram atau turun Rp2.299 dari hari sebelumnya.
Pada periode yang sama harga cabai merah keriting tercatat Rp44.016 per kilogram turun Rp1.545 dari hari sebelumnya, sedangkan cabai merah besar berada di angka Rp41.924 per kilogram atau turun Rp941 di tingkat produsen secara nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya







