
Pantau - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bekerja sama dengan Perum Damri resmi membuka rute angkutan perintis dari Terminal Batoh, Banda Aceh menuju Jantho (Kabupaten Aceh Besar) dan Sinabang (Kabupaten Simeulue), salah satu pulau terluar di Aceh.
Rute Perintis Dapat Subsidi Pemerintah
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh, Tofan Muis, menjelaskan bahwa layanan angkutan ini menggunakan bus Damri dan mendapat subsidi dari pemerintah untuk memudahkan akses transportasi masyarakat Aceh.
"Sementara ini kita baru sediakan dua unit angkutan, satu ke Jantho dan satu ke Sinabang via pelabuhan Calang," ungkapnya.
Untuk tujuan Jantho, masyarakat dapat menikmati layanan ini secara gratis selama sepekan pertama, baik perjalanan berangkat maupun pulang.
Setelah masa gratis berakhir, tarif angkutan Jantho akan dikenakan Rp10.000 untuk perjalanan pulang-pergi (PP), jauh lebih murah dibandingkan tarif normalnya yang mencapai Rp35.000.
"Untuk rute Jantho ini gratis seminggu, nantinya baru bayar Rp10 ribu PP, tarif normalnya itu ke Jantho Rp35 ribu, tapi pemerintah mensubsidi sehingga tarifnya 10 ribu," ia mengungkapkan.
Rute Sinabang Lewat Pelabuhan Calang, Evaluasi Akan Dilakukan
Untuk rute ke Sinabang, General Manager Damri Banda Aceh, Jarnawi Pakaya menyampaikan bahwa bus akan diangkut menggunakan kapal melalui Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya.
"Kalau ke Sinabang, Rp180 ribu sudah dengan penumpang, untuk satu kali berangkat, sudah termasuk dengan tiket kapal," jelasnya.
Operasional angkutan perintis ini dijadwalkan berjalan enam hari dalam sepekan, dengan satu hari dikhususkan untuk perawatan kendaraan.
Kemenhub juga menyediakan fasilitas parkir kendaraan gratis di Terminal Batoh bagi penumpang yang menggunakan layanan ini.
Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, Ghufran Zainal Abidin turut mengapresiasi langkah Kemenhub dan Damri dalam membuka trayek ini.
"Kita ingin masyarakat terbiasa menggunakan angkutan umum, lebih nyaman, dan aman, dan nanti peluang rute lainnya ke depan. Dan kita siap perjuangkan nantinya tanpa biaya, khususnya rute Banda Aceh - Jantho," ungkapnya.
Ia berharap masyarakat antusias memanfaatkan layanan ini karena akan dievaluasi secara berkala, dan jika permintaan tinggi, bukan tidak mungkin rute Jantho dapat menjadi layanan gratis permanen.
Kemenhub memastikan bahwa program angkutan perintis ini akan terus dievaluasi dalam satu tahun pertama. Jika jumlah peminat tidak mencukupi, maka trayek akan dialihkan ke rute lain yang lebih potensial.
- Penulis :
- Arian Mesa








