
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kendaraan pribadi berupa mobil diproyeksikan menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Berdasarkan hasil survei pemerintah, penggunaan mobil pribadi mencapai sekitar 25,98 persen dari total proyeksi pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026.
Ia mengatakan, "Moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan ternyata yang paling besar adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil".
Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan pada periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang di berbagai wilayah Indonesia.
Setelah mobil pribadi, moda transportasi yang paling banyak digunakan berikutnya adalah sepeda motor dan bus yang juga diperkirakan menampung pergerakan dalam jumlah besar.
Moda transportasi lain yang digunakan masyarakat meliputi kapal penyeberangan, pesawat udara, dan kereta api untuk perjalanan jarak menengah maupun jarak jauh.
Kementerian Perhubungan tidak merinci jumlah proyeksi penumpang untuk masing-masing moda transportasi dalam hasil survei tersebut.
Dudy menilai dominasi kendaraan pribadi, khususnya mobil, menunjukkan bahwa transportasi darat masih menjadi pilihan utama masyarakat saat melakukan perjalanan Lebaran.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengelola arus lalu lintas serta mobilitas masyarakat di berbagai jalur utama.
Bagi pengguna mobil pribadi, sebagian besar perjalanan diperkirakan memanfaatkan jaringan Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.
Selain itu, masyarakat juga diperkirakan menggunakan jalur lintas tengah Jawa, jalur lintas utara Pantura, serta jalur lintas selatan sebagai alternatif perjalanan darat.
Sementara itu, pengguna sepeda motor diperkirakan lebih banyak menggunakan jalur alternatif dan jalan arteri karena kendaraan tersebut lebih fleksibel dalam memilih rute.
Proyeksi pergerakan penumpang Lebaran 2026 diperkirakan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari sekitar 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang.
Data tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan pemerintah sebelum pelaksanaan angkutan Lebaran untuk memetakan potensi pergerakan masyarakat serta menyiapkan sarana dan prasarana transportasi nasional.
Survei dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung atau LAPI ITB, Badan Pusat Statistik atau BPS, serta Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







