Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kabupaten Buru Surplus 14 Ribu Ton Beras, Bukti Kemajuan Pertanian di Maluku

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kabupaten Buru Surplus 14 Ribu Ton Beras, Bukti Kemajuan Pertanian di Maluku
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Panen raya padi di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. (ANTARA/HO-Kodim 1506/Namlea).)

Pantau - Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, mencatatkan surplus beras sebesar 14.545 ton sepanjang tahun 2025, hasil dari peningkatan produktivitas pertanian padi, terutama di kawasan sentra produksi Dataran Waeapo.

Bupati Buru, Ikram Umasugi, menyebut capaian tersebut sebagai buah dari kerja keras para petani dan dukungan lintas sektor di daerah.

"Surplus beras sebesar 14.545 ton pada 2025 itu menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Buru," ungkapnya.

Penguatan Ketahanan Pangan dan Peran Dataran Waeapo

Keberhasilan ini memperkuat posisi Kabupaten Buru sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Maluku.

Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah mencapai 8.435,14 hektare, dengan lahan sawah produktif seluas 4.127,75 hektare.

Pemerintah daerah menargetkan luas tanam padi sawah pada tahun 2025 sebesar 11.766 hektare.

Menurut Bupati Ikram, pencapaian tersebut mencerminkan potensi besar sektor pertanian di "Bumi Bupolo", serta menjadi pijakan penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Buru terus melakukan optimalisasi dan perluasan areal tanam padi di Dataran Waeapo.

Selain itu, peningkatan indeks pertanaman serta perbaikan sistem irigasi dilakukan guna menjamin ketersediaan air bagi sawah.

Bantuan sarana produksi seperti benih unggul dan alat mesin pertanian, termasuk pompa air, disalurkan untuk mendukung produktivitas petani.

Sinergi Lintas Sektor dan Peningkatan Kesejahteraan Petani

Upaya peningkatan produksi juga diperkuat melalui pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian dan personel Babinsa.

Pemerintah Kabupaten Buru bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat sinergi untuk mengawal program ketahanan pangan.

Penguatan kelembagaan kelompok tani dilakukan agar petani semakin mandiri dalam mengelola produksi hingga pascapanen.

Seluruh langkah ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Tujuan akhirnya adalah memperkokoh posisi Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan strategis di Maluku.

Penulis :
Aditya Yohan