
Pantau - Universitas Jambi (Unja) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor ketahanan pangan nasional.
MoU ini ditandatangani langsung oleh Rektor Unja, Prof Helmi, bersama Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto.
"Kerja sama ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan BUMN dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan dan stabilisasi pangan," ungkap Tri Iman Munandar, Humas Unja, pada Rabu di Jambi.
Sinergi Strategis Unja dan Bulog
Acara penandatanganan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Jambi, kepala biro akademik, kemahasiswaan dan kerja sama, serta sejumlah pejabat dari Perum Bulog, termasuk Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari, Kepala Pusat Riset dan Perencana Strategis Perum Bulog, Topan Ruspayandi, dan Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Epi Sulandri.
Rektor Unja, Helmi, menegaskan bahwa kerja sama ini akan menjadi platform akademik dan ilmiah untuk mendukung berbagai program Perum Bulog di Provinsi Jambi.
"Melalui MoU ini, semoga kita dapat saling memberikan manfaat dan menghadirkan kebaikan, baik bagi Unja maupun Perum Bulog. Unja berkomitmen untuk mendukung program-program Perum Bulog di Provinsi Jambi melalui kegiatan-kegiatan akademik maupun ilmiah, baik yang dilaksanakan di Universitas Jambi maupun Provinsi Jambi secara umum," ia mengungkapkan.
Fokus Transformasi Bulog dan Peran Perguruan Tinggi
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa transformasi Bulog saat ini difokuskan pada beberapa aspek strategis, yaitu stabilisasi dan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur pascapanen, hilirisasi pangan, serta penguatan peran Bulog sebagai offtaker petani.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting dalam hal penelitian, inovasi teknologi pangan, peningkatan sumber daya manusia, serta kebijakan pengembangan yang mendukung transformasi Bulog.
"Transformasi Bulog memerlukan dukungan dari keahlian perguruan tinggi, terutama dalam hal penelitian, inovasi, pengembangan SDM, dan stabilisasi serta ketahanan pangan nasional," ujar Sudarsono.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal dari kerja sama jangka panjang antara Unja dan Bulog.
Langkah selanjutnya adalah melakukan diskusi lanjutan untuk menentukan bentuk kolaborasi konkret yang akan dijalankan guna mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa








