
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendirikan sekolah dan pesantren sementara di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai bentuk dukungan pendidikan pascabencana melalui Program Pertamina Peduli.
Fasilitas Darurat untuk Pendidikan Formal dan Keagamaan
Sebanyak dua tenda posko didirikan di Kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dan difungsikan sebagai ruang belajar darurat untuk sekolah dan pesantren sementara.
"Pemilihan lokasi sekolah dan pesantren sementara didasarkan pada kemudahan dan keamanan akses, serta suasana yang mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar bagi anak-anak usia sekolah yang terdampak bencana," ungkap pihak Pertamina.
Kegiatan belajar dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.
"Posko ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di tengah pemulihan pascabencana," tambahnya.
Pembelajaran berlangsung secara terstruktur, dengan pembelajaran formal di pagi hari dan pendidikan diniyah (agama) pada siang hari.
Tujuannya agar pendidikan formal dan keagamaan tetap berjalan seimbang meski dalam kondisi darurat.
200 Anak Terlibat, Relawan dan Guru Aktif Dampingi
Tercatat sekitar 200 peserta didik memanfaatkan fasilitas darurat ini, terdiri dari 50 siswa jenjang TK dan SD serta 150 santri pendidikan diniyah.
"Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan antusias, didampingi para guru, pengajar, serta relawan Pertamina yang turut berkomitmen mendukung keberlangsungan proses pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana," ujar Fahrougi, perwakilan program di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti walaupun dalam situasi bencana.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa kehadiran Posko Pertamina Peduli bertujuan membangkitkan kembali semangat anak-anak yang terdampak.
"Pertamina Patra Niaga mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar di tengah pemulihan pascabencana," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








