
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (6/1) sore ditutup menguat 11,19 poin atau 0,13 persen ke posisi 8.944,80, didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, pada tahun 2026.
Penguatan indeks juga tercermin pada Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan, yang naik 6,26 poin atau 0,72 persen ke posisi 871,32.
"Pasar tampaknya memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini," ungkap Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.
Ekspektasi tersebut turut diperkuat oleh data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS yang menunjukkan pelemahan dari 52,9 menjadi 52,5, memperkuat pandangan bahwa The Fed memiliki ruang untuk memangkas suku bunga dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sentimen Positif Global dan Kinerja Sektor
Sentimen positif juga datang dari Tiongkok, di mana bank sentralnya memberikan sinyal akan melakukan pemotongan suku bunga dan pengurangan persyaratan cadangan guna menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
IHSG sendiri dibuka menguat dan tetap berada di zona hijau sepanjang perdagangan sesi pertama hingga sesi kedua, menandakan stabilitas minat beli dari investor.
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mencatatkan penguatan dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 2,23 persen, disusul sektor barang konsumen non primer yang naik 1,62 persen dan sektor barang baku sebesar 0,92 persen.
Sebaliknya, tiga sektor mengalami pelemahan, yaitu sektor transportasi dan logistik yang turun 1,03 persen, sektor barang konsumen primer turun 0,64 persen, serta sektor teknologi yang melemah 0,32 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG.
Sementara saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah GSMF, COIN, NRCA, PADA, dan DOOH.
Aktivitas Perdagangan dan Bursa Regional
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.576.949 kali transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 70,56 miliar lembar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp36,87 triliun.
Sebanyak 344 saham tercatat mengalami kenaikan harga, 362 saham turun, dan 104 saham tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi bursa regional Asia pada sore hari tercatat bervariasi.
Indeks Nikkei Jepang melemah 547,00 poin atau 1,04 persen ke 51.971,10, dan indeks Hang Seng Hong Kong turun 251,50 poin atau 0,94 persen ke 26.458,94.
Sementara itu, indeks Shanghai China menguat 2,10 poin atau 0,05 persen ke 4.085,77, dan indeks Strait Times Singapura naik 6,33 poin atau 0,13 persen ke 4.746,31.
- Penulis :
- Arian Mesa








