Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat ke Level 8.936,75 Didukung Sentimen Eksternal dan Optimisme Domestik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Menguat ke Level 8.936,75 Didukung Sentimen Eksternal dan Optimisme Domestik
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, naik 11,28 poin atau 0,13 persen ke posisi 8.936,75.

Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,40 poin atau 0,05 persen ke level 868,02.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal.

"Sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG," ungkapnya.

Sentimen Global Dorong Optimisme Investor

Dari sisi eksternal, bursa Asia mencatat penguatan signifikan yang turut mendukung laju IHSG.

Penguatan ini didorong oleh reaksi positif pasar terhadap meningkatnya pengeluaran rumah tangga di Jepang pada November 2025, yang naik secara tak terduga.

Dari China, Biro Statistik Nasional merilis data inflasi Desember 2025, yang mencatat kenaikan 0,8 persen secara tahunan dan 0,2 persen secara bulanan, setelah sebelumnya turun 0,1 persen.

Data ini dinilai mencerminkan adanya perbaikan daya beli masyarakat dan pemulihan permintaan domestik di China.

Selain itu, pelaku pasar global juga tengah menantikan laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Desember 2025 serta keputusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif era pemerintahan Trump.

Optimisme Domestik dan Penguatan Sektor

Dari dalam negeri, Bank Indonesia merilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada di level 123,5, mencerminkan optimisme terhadap ekonomi nasional dan kebijakan fiskal pemerintah.

IHSG dibuka menguat dan terus bertahan di zona hijau sepanjang sesi pertama dan kedua perdagangan.

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami penguatan, dengan sektor barang konsumen non primer memimpin kenaikan sebesar 3,30 persen.

Sektor barang baku naik 2,38 persen, dan sektor properti menguat 2,18 persen.

Namun demikian, dua sektor mengalami pelemahan, yakni sektor infrastruktur yang turun 1,40 persen dan sektor keuangan yang melemah 1,07 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain KOCI, HILL, APLN, PPRE, dan MINA.

Sedangkan saham-saham yang melemah paling dalam adalah OPMS, CRSN, SMLE, ISMKM, dan MBSS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.468.511 kali transaksi, dengan volume sebesar 57,02 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp27,45 triliun.

Sebanyak 359 saham ditutup menguat, 318 saham melemah, dan 137 saham tidak mengalami perubahan harga.

Sementara itu, bursa saham regional Asia juga menunjukkan tren positif.

Indeks Nikkei menguat 822,59 poin atau 1,61 persen ke level 51.939,89.

Indeks Hang Seng naik 82,47 poin atau 0,32 persen ke posisi 26.231,78.

Indeks Shanghai meningkat 37,45 poin atau 0,92 persen ke 4.120,43.

Indeks Strait Times menguat 5,90 poin atau 0,12 persen ke 4.744,66.

Penulis :
Arian Mesa