Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Laba Industri Modal Ventura Melonjak 150 Persen di 2025, OJK: Pertumbuhan Didukung Strategi Pembiayaan Selektif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Laba Industri Modal Ventura Melonjak 150 Persen di 2025, OJK: Pertumbuhan Didukung Strategi Pembiayaan Selektif
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil RDKB OJK Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa industri modal ventura di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan menjelang akhir tahun 2025, dengan laba bersih melonjak hingga 150,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp579,77 miliar pada November 2025.

Pembiayaan Tumbuh, Fokus pada Ekonomi Riil

Selain laba bersih yang meningkat tajam, nilai pembiayaan yang disalurkan oleh industri modal ventura juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,20 persen yoy, dengan total nominal mencapai Rp16,29 triliun per November 2025.

"Pertumbuhan laba ini antara lain didorong oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif," ungkap OJK dalam keterangan resminya.

Penyaluran pembiayaan modal ventura disebut masih terkonsentrasi pada sektor-sektor yang memiliki potensi serta kebutuhan pendanaan yang stabil, dengan fokus utama pada kegiatan ekonomi riil.

Lima Sektor Dominan Serap Pembiayaan Terbesar

Terdapat lima sektor utama yang mendominasi portofolio pembiayaan modal ventura sepanjang 2025:

Perdagangan besar dan eceran, serta reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, yang menyerap pembiayaan sebesar Rp7,63 triliun atau 68,53 persen dari total penyaluran.

Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, dengan nilai pembiayaan Rp726,62 miliar atau 6,52 persen.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang menerima pembiayaan sebesar Rp519,43 miliar atau 4,66 persen.

Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, serta agen perjalanan, dengan pembiayaan Rp412,25 miliar atau 3,70 persen.

Industri pengolahan, dengan total pembiayaan Rp410,78 miliar atau 3,69 persen.

Dampak Tech Winter Mulai Terkendali

Meski mencatat pertumbuhan yang positif, OJK mengakui bahwa industri modal ventura masih terdampak oleh fenomena tech winter atau perlambatan signifikan di sektor teknologi.

"Namun, dampaknya mulai lebih terkendali seiring dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada usaha yang memiliki fundamental yang kuat dan berkelanjutan," terang OJK.

Langkah ini diyakini mampu menjaga kinerja industri secara konsisten dan memperkuat ketahanan jangka panjang sektor modal ventura di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan