
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyambut positif keputusan TVRI yang resmi memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 dan menyebut momentum ini dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Cak Imin: Jangkauan TVRI Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat
Menurut Cak Imin, jaringan TVRI yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan potensi besar dalam menyebarluaskan siaran Piala Dunia kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya di kota-kota besar.
"Jaringan TVRI yang menjangkau seluruh Indonesia menjadi kekuatan besar. Ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari UMKM, komunitas, hingga kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan," ungkapnya.
Ia menilai bahwa penyiaran Piala Dunia bukan hanya soal tontonan olahraga, namun dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Piala Dunia ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga momentum ekonomi. Jika dikelola dengan baik, maka dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ia mengungkapkan.
Cak Imin juga mendorong pemerintah agar memperkuat kerja sama dengan TVRI, guna memastikan siaran Piala Dunia dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Tayang Gratis di TVRI
TVRI secara resmi memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 untuk wilayah Indonesia dan akan menayangkan seluruh pertandingan secara free to air melalui kanal TVRI Sport dan TVRI Nasional.
Penayangan pertandingan akan berlangsung secara simultan dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan jadwal tayang mulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB.
Total pertandingan yang akan ditayangkan mencapai 104 laga, mencakup seluruh fase kompetisi mulai dari babak penyisihan hingga partai final.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan jangkauan siaran yang luas dan akses gratis bagi masyarakat, Cak Imin berharap momentum ini tidak hanya memperkuat semangat olahraga nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat lokal.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








