
Pantau - Sebuah video berdurasi 30 detik yang beredar di TikTok memunculkan narasi bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak permintaan untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden dan hanya ingin menurunkan harga kebutuhan pokok seperti di era Presiden Soeharto.
Dalam video tersebut, Purbaya disebut mengungkapkan keinginannya agar harga bensin, beras, dan sembako tetap murah dan stabil, serta menolak pencalonan sebagai wakil presiden.
Narasi dalam unggahan itu menyebutkan: "Tadi ada yang meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden, saya tidak mau. Saya menolak untuk dicalonkan menjadi wakil presiden, saya hanya bercita-cita mengembalikan harga bensin, beras dan sembako tetap murah dan stabil seperti pada zaman Pak Soeharto dulu."
Video Dikonfirmasi Buatan AI
Faktanya, tidak ada rekaman resmi maupun pernyataan terbuka dari Purbaya Yudhi Sadewa yang menyampaikan hal tersebut.
Hasil pemeriksaan oleh kantor berita ANTARA menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan dari Hive Moderation menunjukkan bahwa video itu sangat kuat terindikasi sebagai buatan AI.
Video tersebut bukan merupakan dokumentasi nyata dari pernyataan resmi Purbaya, melainkan hasil manipulasi digital.
Purbaya Fokus Bekerja, Bukan Maju Pilpres
Purbaya memang sempat disorot publik dan dikaitkan dengan wacana pencalonan wakil presiden usai dilantik menjadi Menteri Keuangan.
Namun ia telah membantah memikirkan soal pencalonan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya fokus bekerja.
"Nggak, nggak mikir sama sekali. Kerja juga belum. Ini kan baru cuma di permukaan saja, yang di bawahnya belum kita sisir betulan. Jadi nggak kepikiran sama sekali. Gue nggak peduli juga," ungkapnya.
Kesimpulan
Klaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa menolak jadi wakil presiden dan ingin menurunkan harga sembako seperti era Soeharto terbukti hoaks.
Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dan tidak mencerminkan pernyataan resmi dari yang bersangkutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








