Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Swasembada Beras 2025 Resmi Diumumkan, Indonesia Kukuhkan Ketahanan Pangan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Swasembada Beras 2025 Resmi Diumumkan, Indonesia Kukuhkan Ketahanan Pangan Nasional
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto (tengah) mengumumkan Indonesia resmi swasembada pangan pada tahun 2025 dalam acara panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025). ANTARA/HO-BPMI Setpres/am.)

Pantau - Pemerintah Indonesia secara resmi memproklamasikan swasembada beras pada puncak perayaan Natal 2025, menandai tonggak penting dalam perjalanan ketahanan pangan nasional.

Pengumuman ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia keluar dari ketergantungan struktural terhadap impor beras yang selama puluhan tahun membayangi kebijakan pangan.

Meski jadwal pengumuman sempat mengalami pergeseran dari waktu yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hal itu bersifat teknis dan tidak mengurangi makna pencapaian yang diraih.

Produksi Nasional Tembus 34,77 Juta Ton

Berdasarkan data aktual dan terverifikasi, capaian swasembada beras sejatinya telah tercapai sebelum proklamasi resmi dilakukan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi beras nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton.

Angka tersebut mencerminkan peningkatan produktivitas yang signifikan dari para petani di lapangan dan bukan sekadar hasil kalkulasi statistik rutin.

Kelebihan produksi ini berdampak langsung pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang pada tahun 2025 tercatat mencapai 3,2 juta ton.

Sebagai perbandingan, Perum Bulog sebelumnya hanya mengelola cadangan di bawah 2 juta ton.

Dengan posisi cadangan yang berada di atas 3 juta ton, fondasi ketahanan pangan nasional kini berada pada titik yang jauh lebih kokoh dibanding masa-masa sebelumnya.

Titik Awal Penguatan Sistem Pangan Nasional

Capaian swasembada beras 2025 tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari perjuangan, melainkan sebagai titik awal untuk memperkuat sistem pangan nasional secara berkelanjutan.

Keberhasilan ini memiliki dampak strategis jangka panjang, termasuk dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global serta berpengaruh terhadap dinamika harga beras dunia.

Pemerintah diingatkan agar tidak larut dalam euforia sesaat, melainkan terus menjaga momentum untuk memastikan ketahanan dan kedaulatan pangan secara berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf