Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Menparekraf Siap Dukung Jakarta Fashion Week 2027 sebagai Penggerak Ekspor dan Identitas Mode Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menparekraf Siap Dukung Jakarta Fashion Week 2027 sebagai Penggerak Ekspor dan Identitas Mode Nasional
Foto: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Chairwoman Jakarta Fashion Week (JFW), Svida Alisjahbana, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Kamis 8/1/2025 (sumber: Kementerian Ekonomi Kreatif)

Pantau - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 sebagai upaya memperkuat industri fesyen nasional dan membuka peluang ekspor ke pasar global.

Dalam audiensi yang digelar pada Kamis, 8 Januari 2025 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Riefky menerima kunjungan Chairwoman Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana.

Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi strategis untuk JFW 2027 serta mengevaluasi pencapaian ajang fesyen ini dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Riefky, Jakarta Fashion Week bukan hanya sekadar pertunjukan mode, melainkan gerakan ekonomi kreatif yang mampu merayakan inovasi, keberagaman, serta menjadi jembatan pengembangan pasar internasional bagi desainer lokal.

"Apalagi Kementerian Ekraf juga sudah punya program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang memastikan subsektor fesyen siap naik kelas," ungkapnya.

Riefky juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ekosistem industri mode di Tanah Air.

"Kami siap menghidupkan kembali kolaborasi misalnya bersama Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pastinya mereka punya network atau calon sponsor juga sehingga bisa menguatkan pengembangan subsektor fesyen melalui inisiasi-inisiasi dari JFW secara berkelanjutan," ia mengungkapkan.

Jakarta Menuju Barometer Fesyen Asia Tenggara

JFW dianggap mampu menghubungkan ekosistem desainer lokal dengan event internasional dan membawa wastra Indonesia ke panggung dunia.

Kementerian Ekraf telah menunjukkan dukungan aktif, termasuk dengan hadir dalam puncak JFW 2026 pada November lalu, yang menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi regional dengan negara-negara ASEAN.

Dalam delapan hari penyelenggaraan JFW 2026, tercatat 619 publikasi di media nasional dan internasional, menunjukkan tingginya perhatian terhadap acara ini.

Svida Alisjahbana menjelaskan bahwa pengembangan berkelanjutan terus dilakukan melalui berbagai inisiatif, termasuk pendirian Jakarta Fashion Force Academy untuk mencetak talenta baru di industri fesyen.

Partisipasi Indonesia dalam pameran internasional seperti Tranoi dan Premiere Vision Paris di Prancis, serta Riyadh Fashion Week di Arab Saudi, dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kemitraan global.

Svida menyatakan, "Bisa dibayangkan kalau Indonesia berpartisipasi di sana akan mendapatkan pavilion khusus."

Ia juga berharap dukungan Kementerian Ekraf dalam aspek skenografi atau desain interior yang menarik agar keikutsertaan Indonesia di ajang internasional makin berkesan.

"Nantinya, JFW akan mengkurasi strictly the designers yang siap mendunia dan mempunyai kapasitas dan koleksi yang kuat sehingga bisa menjadi bahan perbincangan dan mengundang order international buyer," ungkap Svida.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan industri fesyen nasional bergantung pada kemampuan mengangkat kekayaan budaya lokal seperti wastra ke level global.

"Kalau kita lihat, hulu dari fashion industry itu adalah wastra. Menjadi tantangan tersendiri untuk mengangkat wastra Indonesia mendunia yang membutuhkan proses kurasi, renovasi, dan marketing untuk diterima rumah-rumah mode dunia. Dengan demikian kita akan melihat sebagai keberhasilan sebuah ekosistem fesyen untuk maju bersama," jelasnya.

Target kolaborasi ini mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan branding, serta penetrasi pasar internasional secara lebih luas.

Penulis :
Shila Glorya