Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah 52 Poin di Tengah Aksi Profit Taking dan Minim Katalis Baru

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Melemah 52 Poin di Tengah Aksi Profit Taking dan Minim Katalis Baru
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir sesi perdagangan hari Senin, 12 Januari 2026, akibat aksi profit taking pelaku pasar serta minimnya katalis baru di pasar.

IHSG turun sebesar 52,03 poin atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71, sementara indeks LQ45 juga mengalami penurunan 1,43 poin atau 0,17 persen ke level 866,55.

Aksi Profit Taking dan Minim Katalis Baru Jadi Pemicu

Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menjelaskan bahwa tekanan jual terjadi usai IHSG sempat menyentuh level psikologis penting di 9.000.

“Pelemahan IHSG di akhir sesi lebih dipengaruhi oleh aksi profit taking yang agresif setelah indeks menyentuh area psikologis penting (9.000),”

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar bersikap lebih defensif karena belum ada katalis baru yang kuat, serta adanya ketidakpastian arah pasar global dan kehati-hatian terhadap kemungkinan perubahan suku bunga.

Reydi juga menyebut sektor energi dan pertambangan yang dihuni saham-saham spekulatif menjadi penyumbang utama pelemahan.

"Koreksi pada saham-saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan IHSG secara keseluruhan," ia mengungkapkan.

IHSG Sempat Menguat di Sesi Pertama

IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga sesi pertama usai.

Namun pada sesi kedua, tekanan jual semakin meningkat dan membawa indeks turun ke zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui indeks sektoral IDX-IC, enam sektor mencatatkan penguatan, dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik 2,81 persen, sektor industri naik 2,54 persen, serta sektor transportasi & logistik naik 2,26 persen.

Sementara itu, lima sektor mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur turun 0,94 persen, sektor teknologi turun 0,81 persen, dan sektor keuangan turun 0,64 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar tercatat antara lain MSKY, DKHH, KPIG, APLN, dan SOCI.

Adapun saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah HILL, NRCA, IRSX, DOOH, dan PBSA.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan volume saham mencapai 74,40 miliar lembar dan nilai transaksi sebesar Rp40,10 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 279 saham menguat, 435 saham melemah, dan 97 saham stagnan.

Bursa Asia Menguat, Nikkei Libur

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia sebagian besar mencatatkan penguatan.

Indeks Hang Seng naik 376,69 poin atau 1,44 persen ke level 26.608,48.

Indeks Shanghai menguat 44,85 poin atau 1,09 persen ke posisi 4.165,29.

Indeks Strait Times juga bertambah 22,11 poin atau 0,47 persen ke 4.766,77.

Sementara itu, perdagangan indeks Nikkei tidak berlangsung karena Jepang sedang memperingati hari libur nasional.

Penulis :
Arian Mesa