
Pantau - Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh pelaku usaha perempuan menjadi salah satu prioritas utama Kanada setelah ditandatanganinya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA).
Pernyataan tersebut disampaikan Dutton dalam peluncuran program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.
Menurutnya, Kanada mendukung peluncuran program pendanaan bagi wirausaha perempuan Indonesia untuk mendorong pemberdayaan ekonomi sekaligus mempercepat pertumbuhan nasional.
"Mendukung wirausaha perempuan tidak hanya mendorong pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, terutama setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas," ungkapnya.
Tujuan Program IIRI dan Fokus pada UMKM Perempuan
Program IIRI bertujuan untuk memperkuat perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh perempuan melalui pelatihan bisnis, pelatihan keuangan, dan dukungan kesiapan investasi.
Dukungan ini penting karena, seperti halnya di Kanada, pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencakup sekitar 99 persen dari total badan usaha terdaftar.
Namun, UMKM yang dipimpin oleh perempuan masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam hal akses permodalan.
Melalui program IIRI, Kanada ingin membantu memperkuat UMKM perempuan agar memiliki akses permodalan yang lebih luas dan dapat mendorong pembangunan usaha berkelanjutan.
Fokus utama program ini adalah UMKM perempuan yang berada di wilayah terpencil dan kurang berkembang.
"Sasaran program ini mencakup wilayah seperti Nusa Tenggara dan Kalimantan, serta daerah lain di luar Jawa. Program ini juga memiliki komponen lingkungan dan keberlanjutan yang kuat, termasuk pengelolaan plastik dan mikroplastik," ia mengungkapkan.
Program IIRI merupakan hasil kolaborasi antara Global Affairs Canada (GAC) dan platform investasi global Impact Investment Exchange (IIX), dengan target pendanaan sebesar 27 juta dolar AS atau sekitar Rp455 miliar dari sektor swasta.
ICA-CEPA dan Komitmen Kanada–Indonesia
ICA-CEPA ditandatangani pada 24 September 2025 di Ottawa oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Perdagangan Kanada Maninder Sidhu.
Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
ICA-CEPA menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara karena memberikan kepastian hukum dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Dalam perjanjian ini, Kanada berkomitmen untuk menghapus 90,5 persen tarif impor produk Indonesia, sementara Indonesia meliberalisasi 85,8 persen pos tarif.
Program-program lanjutan seperti IIRI menjadi langkah konkret dari implementasi kerja sama ekonomi ini, dengan memberikan dampak langsung pada masyarakat, terutama perempuan pelaku UMKM di daerah.
- Penulis :
- Arian Mesa







