Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Sumba Timur Catat 41.524 Kunjungan Wisatawan Sepanjang 2025, Fokus pada Pariwisata Berbasis Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sumba Timur Catat 41.524 Kunjungan Wisatawan Sepanjang 2025, Fokus pada Pariwisata Berbasis Masyarakat
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Jejeran Bukit Tanarara merupakan salah satu andalan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT. ANTARA/Dokumentasi pribadi.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 41.524 orang, terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara.

Kunjungan Wisman Meningkat, Tiga Destinasi Jadi Primadona

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sumba Timur, Marolop Simanjuntak.

Marolop menjelaskan bahwa pascapandemi Covid-19, terjadi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara, terutama dari Inggris dan beberapa negara lainnya.

Sepanjang tahun 2025, rata-rata lama tinggal wisatawan di Sumba Timur tercatat mencapai tiga malam.

Tiga destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Sumba Timur adalah Pantai Walakiri, jejeran Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu.

"Kita tetap berupaya menjaga keaslian dan kealamian destinasi kita dan yang paling utama adalah terus berusaha untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat," ungkap Marolop.

Berdasarkan data Disparbud, tren kunjungan wisatawan ke Sumba Timur sempat mengalami fluktuasi:

  • Tahun 2021 tercatat 16.539 kunjungan
  • Tahun 2022 melonjak menjadi 46.298 kunjungan
  • Tahun 2023 menurun menjadi 38.854 kunjungan
  • Tahun 2024 naik kembali menjadi 41.812 kunjungan

Penguatan SDM dan Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Marolop menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

Peningkatan SDM ini difokuskan pada masyarakat kreatif, masyarakat adat, dan masyarakat umum.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari pertumbuhan pariwisata, seperti sampah, narkotika, prostitusi, hingga perdagangan orang (human trafficking).

Pemkab Sumba Timur juga terus mendorong kolaborasi dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga nonpemerintah.

Tujuannya adalah mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kami ingin memastikan pengembangan pariwisata yang aman dan ramah bagi wisatawan, sekaligus mengantisipasi pariwisata massal karena kesiapan masyarakat yang belum sepenuhnya merata, sehingga kami lebih mendorong pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan," tegas Marolop.

Penulis :
Aditya Yohan