
Pantau - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Fahri Hamzah meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong perusahaan pertambangan melakukan hilirisasi ke sektor non tambang, khususnya sektor pariwisata, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari.
Fahri Hamzah menilai langkah tersebut penting agar pembangunan daerah di Bumi Anoa tidak hanya bergantung pada industri ekstraktif seperti pertambangan.
Ia menekankan bahwa potensi alam Sulawesi Tenggara dapat dimanfaatkan untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi di masa depan.
"Perusahaan-perusahaan tambang itu seharusnya juga melakukan hilirisasi ke sektor non-tambang guna membantu perbaikan kawasan. Jangan hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi tanggung jawab perbaikan lingkungannya diabaikan," ungkapnya.
Pariwisata Dinilai Jadi Alternatif Ekonomi
Fahri Hamzah menilai sektor pariwisata merupakan alternatif ekonomi yang menjanjikan bagi Sulawesi Tenggara.
Potensi wilayah pesisir serta taman laut yang dimiliki daerah tersebut dinilai mampu menarik investasi apabila dikelola secara profesional dan tertata dengan baik.
Ia menyebut penataan kawasan menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat wisatawan datang ke daerah tersebut.
"Penataan kawasan menjadi kunci utama dalam menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan mulai membenahi wajah kota, terutama Kota Kendari, agar menjadi lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung maupun warga," tegasnya.
Pemerintah Siap Dukung Penataan Kawasan
Selain sektor pariwisata, Fahri Hamzah juga menyoroti pesatnya pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan yang membutuhkan perencanaan pembangunan perumahan yang komprehensif.
Ia menilai langkah tersebut diperlukan agar tidak terjadi kepadatan kawasan yang tidak terkendali.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyatakan siap memberikan dukungan dalam perencanaan renovasi perumahan, penataan kawasan, serta pembangunan hunian baru.
Dukungan tersebut terutama difokuskan pada wilayah yang masih memiliki permukiman kumuh.
"Kementerian PKP siap memberikan dukungan dalam perencanaan renovasi perumahan, penataan kawasan, hingga pembangunan hunian baru, khususnya di wilayah yang masih memiliki permukiman kumuh," katanya.
Ia menambahkan bahwa penataan kawasan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kampanye Gerakan Indonesia Asri yang berarti Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang berkualitas, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Fahri Hamzah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, khususnya perusahaan tambang, dapat mempercepat transformasi ekonomi di Sulawesi Tenggara.
Transformasi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah dan beralih menuju sektor jasa serta pariwisata yang lebih berkelanjutan.
- Penulis :
- Arian Mesa







