
Pantau - Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Airlangga, Profesor Imron Mawardi, mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam produksi minyak sepanjang 2025 yang dinilai berperan signifikan terhadap pencapaian target lifting minyak nasional.
Target lifting minyak dalam APBN 2025 ditetapkan sebesar 605.000 barel per hari (bph), dan kontribusi Pertamina dianggap sangat membantu tercapainya target tersebut.
Pertamina menguasai sebagian besar produksi minyak nasional, dengan enam perusahaan kontributor terbesar merupakan anak perusahaan Pertamina.
Enam anak perusahaan tersebut antara lain PT Pertamina EP Cepu yang mengelola Blok Cepu bersama ExxonMobil Cepu Limited.
Blok Cepu menjadi penghasil minyak terbesar di Indonesia, sementara anak perusahaan lainnya meliputi PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ, PT Pertamina Hulu Mahakam, dan PT Pertamina Hulu Energi OSES.
Imron menilai penguasaan produksi minyak dalam negeri oleh Pertamina saat ini sudah baik dan berharap perusahaan dapat meningkatkan kontribusi di sektor hulu ke depan.
Peningkatan lifting diharapkan mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi kebutuhan impor minyak mentah yang saat ini mencapai sekitar satu juta barel per hari.
Imron mendorong Pertamina untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak yang ada serta mengembangkan eksplorasi sumur-sumur baru agar produksi terus meningkat dan impor minyak dapat menurun.
Selain mendukung ketahanan energi, Pertamina juga berperan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusi pajak, PNBP, dan dividen.
Industri migas memiliki efek pengganda (multiplier effect) dan keterkaitan sektor (linkage) yang besar, sehingga banyak sektor ekonomi lain bergantung pada sektor migas.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan target lifting minyak APBN 2025 resmi tercapai, yakni 605.000 bph, berkat berbagai upaya masif di tengah tantangan besar industri hulu migas sepanjang tahun.
- Penulis :
- Aditya Yohan







