HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Klaim Dirinya Satu-Satunya Dukungan Zelenskyy dalam Krisis Ukraina

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Donald Trump Klaim Dirinya Satu-Satunya Dukungan Zelenskyy dalam Krisis Ukraina
Foto: (Sumber: Arsip - Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Basilika Santo Petrus, Vatikan (26/4/2025). (ANTARA/Anadolu/aa).)

Pantau - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak memiliki kekuatan tawar menawar dan hanya bergantung pada dukungan dirinya semata dalam menghadapi konflik dengan Rusia.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan The New York Times, seperti dikutip RIA Novosti pada Senin, 12 Januari 2026.

"Ia [Zelenskyy] tak punya kartu. Sejak hari pertama ia tidak punya kartu. Ia hanya punya satu hal, yaitu Donald Trump," ungkap Trump.

Trump Klaim Perannya Krusial dalam Krisis Ukraina

Dalam wawancara itu, Trump menekankan bahwa jika dirinya tidak ikut campur, situasi di Ukraina akan menjadi bencana total.

Menurutnya, Zelenskyy dan para pemimpin negara-negara Eropa memahami betapa pentingnya peran Trump dalam menahan eskalasi konflik.

Trump bahkan menyatakan bahwa tanpa dirinya, kemungkinan besar Rusia sudah menguasai seluruh wilayah Ukraina.

"Ia [Putin] sebenarnya ingin mencapai suatu kesepakatan," ungkapnya, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, hingga kini belum ada tenggat waktu yang jelas terkait kesepakatan tersebut.

" Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa," tambah Trump dalam wawancara tersebut.

Operasi Militer Rusia dan Tujuan Putin

Rusia diketahui telah melancarkan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk "melindungi orang-orang yang menjadi sasaran genosida oleh rezim Kiev."

Putin juga menegaskan bahwa tujuan akhir dari operasi itu adalah membebaskan sepenuhnya wilayah Donbas.

Selain itu, Rusia mengklaim ingin menciptakan kondisi yang menjamin keamanannya, termasuk melalui demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti