Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ancam Beri “Pelajaran Tak Terlupakan” ke Donald Trump di Tengah Krisis Unjuk Rasa dan Ancaman AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Ancam Beri “Pelajaran Tak Terlupakan” ke Donald Trump di Tengah Krisis Unjuk Rasa dan Ancaman AS
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat (. ANTARA/Anadolu/py/am.))

Pantau - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pernyataan keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyatakan bahwa Iran siap memberikan "pelajaran yang tak terlupakan" jika AS memutuskan untuk menyerang negaranya.

"Saya sudah dengar bahwa anda (Trump) mengancam Iran. Para pembela Iran akan memberi anda pelajaran yang tak terlupakan. Kemarilah dan lihatlah bagaimana semua kekuatan anda di Timur Tengah hancur," ungkap Ghalibaf dalam siaran langsung stasiun televisi IRIB pada Senin (12/1/2026).

Ketegangan AS-Iran Memanas di Tengah Gelombang Unjuk Rasa

Pernyataan Ghalibaf ini muncul sebagai respons atas pernyataan Donald Trump sebelumnya, yang menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan serangan baru terhadap Iran jika Teheran melanjutkan program pengembangan rudal dan nuklir.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Trump juga mengancam akan menyerang Iran jika aparat menindak keras para demonstran.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan kepada rakyat Iran jika dibutuhkan.

Gelombang protes di Iran mulai terjadi sejak Desember, dipicu oleh inflasi tinggi akibat pelemahan mata uang rial yang menyebabkan harga barang melonjak drastis, baik di tingkat grosir maupun eceran.

Krisis ekonomi tersebut memicu keresahan publik dan meluasnya aksi unjuk rasa di berbagai kota di Iran.

Respon Pemerintah dan Situasi Terkini

Gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad-Reza Farzin, menyatakan pengunduran dirinya di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan aksi protes yang terus berlangsung.

Situasi semakin memanas setelah Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979, menyerukan aksi protes nasional pada 8 Januari.

Pada hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet di seluruh negeri untuk meredam penyebaran informasi dan koordinasi massa.

Sejumlah laporan menyebutkan bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian di berbagai kota, dengan adanya korban jiwa dari kedua belah pihak.

Namun, pada Senin (12/1), otoritas Iran menyatakan bahwa situasi di dalam negeri mulai berangsur terkendali.

Penulis :
Ahmad Yusuf