Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dubes RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Ketegangan Timur Tengah, 41 Warga Tertahan Akibat Gangguan Penerbangan di UEA

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Dubes RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Ketegangan Timur Tengah, 41 Warga Tertahan Akibat Gangguan Penerbangan di UEA
Foto: Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha (sumber: KBRI Abu Dhabi)

Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban akibat eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada situasi keamanan serta operasional penerbangan di wilayah Uni Emirat Arab.

Judha Nugraha menegaskan kondisi keamanan di Uni Emirat Arab masih dalam keadaan kondusif dan terkendali meskipun tetap disertai peningkatan kewaspadaan.

Ia menyampaikan, "Sejauh ini kami memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban. KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman".

Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak pada penutupan sementara wilayah udara di sejumlah negara sejak 28 Februari 2026 sebagai langkah pencegahan atas meningkatnya ketegangan regional.

Penutupan wilayah udara tersebut menyebabkan gangguan pada operasional penerbangan internasional yang berdampak pada sejumlah penumpang tertahan di berbagai bandara di Uni Emirat Arab.

Perwakilan Republik Indonesia di Uni Emirat Arab telah melakukan pendataan terhadap warga negara Indonesia yang terdampak langsung oleh gangguan penerbangan tersebut.

Hingga saat ini tercatat sedikitnya 41 warga negara Indonesia mengalami kondisi tertahan perjalanan sejak penutupan wilayah udara diberlakukan.

Judha Nugraha memperkirakan jumlah tersebut berpotensi bertambah karena kemungkinan masih ada warga negara Indonesia yang belum melaporkan diri kepada perwakilan Republik Indonesia.

Ia mengimbau, "Kami mengimbau bagi WNI yang terdampak dan belum melapor agar segera menghubungi KBRI Abu Dhabi atau KJRI Dubai sehingga dapat difasilitasi sesuai kebutuhan".

Pendataan dan Pendampingan bagi WNI Terdampak

Untuk memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai membuka jalur komunikasi langsung bagi warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan.

Perwakilan Republik Indonesia juga melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat, maskapai penerbangan, serta komunitas warga negara Indonesia di berbagai wilayah di Uni Emirat Arab.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap warga negara Indonesia yang terdampak memperoleh informasi yang akurat.

Upaya tersebut juga bertujuan memberikan akses bantuan yang diperlukan serta alternatif solusi perjalanan apabila penerbangan kembali dibuka secara bertahap.

Menurut Judha Nugraha, sebagian warga negara Indonesia yang tertahan merupakan penumpang transit.

Sebagian lainnya merupakan pelaku perjalanan yang terdampak pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan akibat situasi keamanan kawasan.

Selain melakukan pendataan, perwakilan Republik Indonesia juga memfasilitasi komunikasi dengan maskapai penerbangan bagi warga negara Indonesia yang terdampak.

Perwakilan Republik Indonesia juga memberikan pendampingan kepada warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan logistik maupun informasi perjalanan lanjutan.

Pemerintah Terus Pantau Situasi Regional

Judha Nugraha menegaskan pemerintah Indonesia terus memonitor perkembangan situasi regional secara cermat.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab serta jaringan diplomatik Indonesia di kawasan.

Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun yang memiliki keluarga di Uni Emirat Arab agar tetap tenang.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Judha Nugraha menyampaikan, "Kami memahami kekhawatiran yang muncul akibat situasi ini. Namun masyarakat tidak perlu panik. Kondisi di lapangan tetap terkendali dan kami optimistis situasi akan segera mereda".

Menurutnya pemerintah Uni Emirat Arab telah mengambil berbagai langkah pencegahan dan pengamanan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas dan keselamatan masyarakat serta pengunjung internasional yang berada di negara tersebut.

Langkah-langkah yang diambil mencakup peningkatan kewaspadaan keamanan.

Pemerintah Uni Emirat Arab juga melakukan pengaturan operasional penerbangan secara bertahap.

Selain itu dilakukan koordinasi lintas lembaga untuk menjaga ketertiban publik.

Perwakilan Republik Indonesia di Uni Emirat Arab terus memperkuat komunikasi dengan komunitas warga negara Indonesia.

Tujuan langkah tersebut adalah memastikan seluruh warga negara Indonesia mendapatkan informasi terkini selama situasi berlangsung.

Perwakilan Republik Indonesia juga memastikan warga negara Indonesia mendapatkan bantuan yang diperlukan.

KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai juga mengimbau warga negara Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan resmi dari otoritas setempat.

Warga negara Indonesia juga diminta mematuhi seluruh imbauan keamanan yang berlaku.

Penulis :
Shila Glorya