
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa para demonstran yang terlibat dalam aksi protes baru-baru ini menerima perintah dari luar negeri untuk menembak polisi dan warga sipil.
Dalam pernyataan pada Senin (12 Januari 2026), Araghchi mengungkapkan bahwa otoritas Iran memiliki bukti berupa rekaman suara yang menunjukkan adanya perintah eksplisit kepada para pelaku kekerasan.
"Kami memiliki rekaman pesan suara yang dikirim dari luar negeri kepada teroris [perusuh]: jika ada polisi, tembak polisi. Jika tidak, serang warga sipil," ungkapnya, seperti dikutip kantor berita SNN Iran.
Ia menambahkan bahwa pesan tersebut berisi dorongan untuk meningkatkan jumlah korban dan pertumpahan darah guna memperkeruh situasi.
Aksi Protes Meluas Sejak Akhir Desember
Aksi protes di Iran mulai pecah pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial.
Para demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan terhadap volatilitas tajam kurs mata uang nasional yang berdampak langsung pada kenaikan harga grosir dan eceran.
Gejolak ekonomi tersebut turut menyebabkan Gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad Reza Farzin, mengundurkan diri dari jabatannya.
Sejak 8 Januari, unjuk rasa semakin meningkat setelah adanya seruan dari Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan pada 1979.
Pihak berwenang memblokir akses internet di sejumlah wilayah sebagai upaya mencegah pengaruh asing terhadap para demonstran, menurut keterangan dari otoritas lokal.
Situasi Diklaim Terkendali, Pembatasan Masih Berlaku
Di sejumlah kota besar, protes berubah menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan, dengan massa meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah.
Laporan mengenai korban jiwa dari pihak aparat dan demonstran pun mulai bermunculan, meski belum ada angka resmi yang dirilis.
Dalam pertemuan dengan para duta besar asing pada Senin, Menlu Abbas Araghchi menyampaikan bahwa kondisi di Iran telah berhasil dikendalikan oleh pemerintah.
"Situasi terkendali," katanya, sambil menambahkan bahwa pembatasan internet masih diberlakukan hingga situasi dinilai benar-benar kondusif.
- Penulis :
- Leon Weldrick







