
Pantau - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan komitmen partainya untuk menjaga netralitas TNI dan Polri dari pengaruh politik praktis, sejalan dengan semangat Reformasi 1998.
TNI Harus Profesional, Polri Tak Boleh Jadi Alat Elektoral
Menurut Hasto, Reformasi 1998 telah menempatkan institusi pertahanan dan keamanan negara di luar ranah kekuasaan politik.
“Kekuasaan di dalam sistem demokrasi hasil reformasi menempatkan TNI sebagai kekuatan pertahanan, bukan instrumen politik kekuasaan politik praktis. Itu yang kemudian kami ingatkan,” ujar Hasto.
PDIP, lanjutnya, memiliki cita-cita untuk membangun TNI yang profesional dan disegani, termasuk dalam misi perdamaian dunia.
Selain itu, PDIP mendukung upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) demi memperkuat pertahanan nasional.
Terkait institusi Polri, Hasto menegaskan pentingnya menjaga agar kepolisian tidak digunakan sebagai alat kepentingan elektoral.
PDIP menyampaikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk tim reformasi Polri.
“Kami memberikan dukungan dalam keputusan dari Presiden Prabowo untuk melakukan reformasi Polri. Kami memberikan suatu kerangka-kerangka dari aspek konstitusi,” tegas Hasto.
Waspadai Otoritarianisme, Etika Pemimpin Jadi Benteng Demokrasi
Dalam pernyataannya, Hasto juga mengingatkan soal bahaya berkembangnya sinyal-sinyal otoritarianisme melalui fenomena authoritarian populism.
Ia mengutip pemikiran ilmuwan politik Steven Levitsky tentang bagaimana demokrasi dapat bergeser secara perlahan akibat lemahnya kelembagaan, rendahnya penegakan hukum, dan pengabaian terhadap etika serta moral politik.
Hasto menekankan bahwa etika moral seorang pemimpin, termasuk sikap tidak mencampuri urusan lembaga tinggi negara lainnya, merupakan pertahanan terkuat dalam menjaga demokrasi.
“Persoalan etika moral dari pemimpin... termasuk untuk tidak campur tangan terhadap kedaulatan lembaga-lembaga tinggi negara yang lain, itu ternyata menjadi benteng yang sangat ampuh,” tutupnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








