
Pantau - PT Pertamina Gas (Pertagas) mendukung operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan melalui suplai gas bumi yang disalurkan lewat pipa gas Senipah–Balikpapan sebagai bagian dari infrastruktur terintegrasi proyek tersebut.
Pipa gas ini telah beroperasi sejak 31 Desember 2023 dan menjadi elemen penting dalam mendukung kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Refinery Unit V (RU V).
Infrastruktur Gas Strategis untuk Ketahanan Energi
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menyatakan bahwa pembangunan pipa Senipah–Balikpapan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional.
"Pipa gas Senipah–Balikpapan merupakan bagian dari infrastruktur terintegrasi di Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo. Melalui infrastruktur gas ini, Pertagas sebagai pengelola, mendukung penuh keandalan operasional RU V dan Kilang Pertamina Balikpapan untuk memperkuat suplai energi nasional secara berkelanjutan," ungkap Indra.
Pipa gas ini memiliki panjang sekitar 78 kilometer dan menyalurkan gas bumi dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di Senipah, Kalimantan Timur, menuju Kilang Balikpapan.
Kapasitas penyaluran mencapai 125 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).
Penyaluran gas yang andal ini dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan keberlangsungan operasional kilang RDMP.
"Suplai gas yang andal melalui jaringan pipa ini akan memastikan operasional RDMP Balikpapan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sekaligus mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060," tambah Indra.
Proyek pipa gas ini juga mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 51 persen, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan industri nasional.
RDMP Balikpapan dan Arah Swasembada Energi
Pernyataan ini disampaikan seiring dengan peresmian proyek RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026, di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun.
RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) dari 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD dengan standar Euro V.
Selain itu, proyek ini juga berhasil meningkatkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, serta meningkatkan nilai produk kilang dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen.
Pengembangan Kilang Balikpapan merupakan bagian dari program Astacita yang menargetkan swasembada energi nasional.
Tujuan jangka panjang proyek ini adalah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM dan LPG untuk kebutuhan dalam negeri.
Pertagas menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan energi melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang andal, sekaligus mendukung keberlanjutan kilang dan pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







