
Pantau - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026, tercatat menguat tipis sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.
Ancaman Tarif Trump Picu Tekanan Terhadap Rupiah
Meski rupiah sempat menguat, potensi pelemahan masih membayangi pasar keuangan dalam negeri.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai sentimen negatif muncul akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang masih berdagang dengan Iran.
"Pengumuman ini telah meningkatkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama karena China merupakan importir utama minyak Iran," jelas Josua.
Berdasarkan informasi dari kantor berita Anadolu, Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih memiliki hubungan dagang dengan Iran.
Trump menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat final dan akan diterapkan sesegera mungkin, meskipun belum dirinci secara teknis pelaksanaannya.
Josua memperkirakan, dalam kondisi saat ini, rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang hari.
Data Inflasi dan Properti AS Jadi Penopang Sentimen
Dari sisi fundamental global, data inflasi Amerika Serikat bulan Desember 2025 menunjukkan stabilitas yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Inflasi headline atau Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat di angka 2,7 persen year on year (yoy), sesuai dengan konsensus analis.
Sementara itu, inflasi inti AS tercatat sebesar 2,6 persen yoy, sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen yoy.
Sentimen positif juga datang dari sektor properti AS, di mana data penjualan rumah baru untuk bulan Oktober 2025 tercatat sebanyak 737 ribu unit.
Angka ini memang sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 738 ribu unit, namun masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang berada di kisaran 715 ribu unit.
"Ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen tetap tangguh," tambah Josua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







