
Pantau - Pentagon memberikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump opsi serangan yang lebih luas terhadap Iran, termasuk kemungkinan menyerang program nuklir dan lokasi-lokasi rudal balistik negara tersebut.
Informasi ini dilaporkan oleh The New York Times pada Senin (12/1), mengutip pernyataan dari seorang pejabat AS yang mengetahui perkembangan situasi.
Pilihan yang diberikan kali ini disebut lebih luas dibandingkan dengan serangan udara yang sempat dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni sebelumnya.
Diplomasi Masih Jadi Prioritas, Serangan Siber Juga Jadi Opsi
Menurut pejabat AS tersebut, meskipun ada opsi serangan besar, pilihan yang lebih terbatas justru dinilai lebih memungkinkan untuk dilaksanakan.
Beberapa opsi terbatas itu mencakup serangan siber atau operasi terhadap aparat keamanan dalam negeri Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa "serangan udara adalah salah satu dari banyak, banyak opsi yang tersedia bagi panglima tertinggi (commander-in-chief)," ungkapnya dalam konferensi pers pada Senin.
Meski begitu, Leavitt menambahkan bahwa diplomasi tetap menjadi opsi pertama yang diutamakan oleh Presiden Trump dalam menangani ketegangan dengan Iran.
Trump Buka Kemungkinan Aksi Militer
Pada Minggu, 11 Januari, Presiden Trump menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat" terhadap Iran.
Ia juga menegaskan bahwa opsi aksi militer masih terbuka sebagai bagian dari respons terhadap situasi yang berkembang antara kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







