Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Serukan Penyelesaian Politik Krisis Ukraina di Dewan Keamanan PBB

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Serukan Penyelesaian Politik Krisis Ukraina di Dewan Keamanan PBB
Foto: (Sumber: Arsip - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa.)

Pantau - Utusan China untuk PBB, Sun Lei, menyerukan kepada semua pihak terkait untuk meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian politik atas konflik Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin, 12 Januari 2026 waktu setempat.

China Desak Dialog, Tolak Konfrontasi dan Sanksi Sepihak

Sun Lei menegaskan bahwa permusuhan yang berkepanjangan hanya akan menyebabkan lebih banyak korban jiwa dari warga sipil tak berdosa serta memperuncing ketegangan regional dan internasional.

"Kami menyerukan kepada semua pihak terkait ... untuk mendorong deeskalasi serta melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, sehingga dapat menciptakan kondisi bagi penyelesaian politis dan upaya mewujudkan perdamaian sedini mungkin," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjunjung dialog dan kompromi, bukan konfrontasi.

Menurutnya, momentum dari perundingan damai terakhir harus dihargai dan dipertahankan semua pihak.

"Kami menyerukan kepada para pihak yang berkonflik untuk berkompromi, terus membangun konsensus, serta memandang serius dan menangani secara tepat urusan keamanan masing-masing," lanjutnya.

China menyerukan agar perjanjian damai yang dicapai nantinya bersifat:

  • Komprehensif
  • Berjangka panjang
  • Mengikat

Perjanjian tersebut diharapkan mampu mengatasi akar penyebab konflik dan membangun arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan.

Tolak Blok Eksklusif dan Gangguan Ekonomi Global

Sun Lei juga menyoroti dampak krisis Ukraina terhadap ekonomi global.

China menolak penggunaan krisis ini sebagai alasan untuk menjatuhkan sanksi sepihak dan ilegal.

Negara itu juga menolak segala bentuk gangguan terhadap hubungan perdagangan dan ekonomi yang normal antarnegara.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa China menolak upaya oportunis yang berpotensi memecah belah dunia dan menciptakan blok-blok eksklusif.

Posisi China terhadap konflik Ukraina dikatakan konsisten, yaitu mendorong perdamaian dan mengutamakan penyelesaian politis.

"China dengan tulus menyambut semua upaya yang berkontribusi pada penyelesaian krisis secara damai," tegas Sun Lei.

Ia menambahkan bahwa China akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak internasional untuk memainkan peran konstruktif dalam mendorong solusi politis atas konflik ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf