
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, 15 Januari 2026, dibuka menguat sebesar 39,71 poin atau 0,44 persen ke posisi 9.072,29.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya independensi bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,84 poin atau 0,44 persen ke level 885,92.
" Reli ini (IHSG) bukan sekadar technical rebound, melainkan pergeseran rezim investasi menuju fase supercycle yang berpotensi menopang pasar saham Indonesia sepanjang 2026," demikian salah satu pengamat pasar menilai tren saat ini.
Kekhawatiran Global Bayangi Pasar, Tapi Indonesia Diuntungkan
Dari sisi eksternal, pelaku pasar mencermati risiko kebijakan setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan reformasi suku bunga kartu kredit dan secara terbuka mengkritik Ketua The Fed, Jerome Powell.
Langkah Trump tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa independensi The Fed sebagai otoritas moneter AS tengah terancam.
Situasi semakin kompleks akibat data inflasi terbaru AS, yakni Producer Price Index (PPI), yang menunjukkan tekanan harga.
Tekanan inflasi ini meningkatkan kemungkinan The Fed harus menahan atau bahkan menaikkan suku bunga di tengah perlambatan ekonomi, kondisi yang umumnya tidak disukai oleh pasar saham.
Faktor geopolitik juga ikut memengaruhi sentimen global, dengan ketegangan antara AS dan Iran serta isu sensitif terkait Greenland menambah ketidakpastian yang membuat investor global lebih berhati-hati dan mengurangi eksposur risiko.
Meskipun demikian, Indonesia justru dinilai menjadi salah satu tujuan utama investasi karena didukung oleh siklus kenaikan harga energi dan logam yang diperkuat oleh kondisi geopolitik saat ini.
Rotasi dari Obligasi ke Saham Jadi Sinyal Awal Bull Market
Kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang terjadi bersamaan dengan lonjakan IHSG menunjukkan adanya rotasi aset secara besar-besaran dari obligasi ke saham.
Fenomena ini disebut sebagai salah satu ciri awal dari bull market yang berbasis pada komoditas.
Pergerakan positif IHSG ini kontras dengan bursa global yang cenderung melemah.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, bursa saham Eropa ditutup bervariasi:
- Euro Stoxx 50 turun 0,36 persen
- FTSE 100 Inggris naik 0,46 persen
- DAX Jerman turun 0,53 persen
- CAC Prancis turun 0,19 persen
Sementara itu, Wall Street juga ditutup melemah:
- Dow Jones Industrial Average turun 0,09 persen ke 49.149,75
- S&P 500 turun 0,53 persen ke 6.926,99
- Nasdaq Composite turun 1,07 persen ke 25.465,94
Di Asia, bursa saham pada Kamis pagi mencatatkan pergerakan sebagai berikut:
- Nikkei Jepang turun 432,80 poin atau 0,80 persen ke 53.908,39
- Shanghai turun 6,43 poin atau 0,16 persen ke 4.119,64
- Hang Seng Hong Kong naik 101,30 poin atau 0,38 persen ke 27.101,11
- Strait Times Singapura turun 16,46 poin atau 0,34 persen ke 4.796,04
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







