HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Dibuka Melemah 1,08 Persen, Tekanan Jenuh Beli dan Sentimen Global Warnai Perdagangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Dibuka Melemah 1,08 Persen, Tekanan Jenuh Beli dan Sentimen Global Warnai Perdagangan
Foto: (Sumber: Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr​​​​​​)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 23 Januari 2026, dibuka melemah 97,47 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.894,70, dipicu aksi jenuh beli pelaku pasar setelah indeks sempat menyentuh level tertingginya.

IHSG Terkoreksi, Pasar Uji Level Support Baru

Selain IHSG, indeks LQ45 juga turun sebesar 8,52 poin atau 0,97 persen ke posisi 866,58.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi teknikal dalam jangka pendek.

"Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level support di 8.850–8.950," ujarnya.

Aksi ambil untung pasca reli yang terjadi sebelumnya menjadi pemicu utama tekanan jual di pasar saham domestik.

Sentimen Global dan Regional Mempengaruhi Arah Pasar

Dari mancanegara, tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif terhadap barang-barang dari Eropa.

Trump juga mengklaim telah mencapai kesepakatan kerangka kerja terkait Greenland, meski tidak merinci isi perjanjian tersebut dan menyebut negosiasi lanjutan masih berlangsung, termasuk mengenai sistem pertahanan Golden Dome.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh Perdana Menteri Greenland yang menyatakan belum mengetahui adanya kerangka kerja dimaksud.

Pelaku pasar global kini mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS The Fed pada pekan depan.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen.

Dari kawasan Asia, perhatian investor tertuju pada data inflasi Jepang bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat ke 2,7 persen year-on-year dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya.

Pasar juga menunggu hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ), yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data uang beredar (M2 Money Supply) Desember 2025 yang dapat memberi sinyal terhadap arah likuiditas dan kebijakan moneter ke depan.

Bursa Global Ditutup Menguat, Asia Campuran

Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), bursa saham Eropa ditutup menguat:

  • Euro Stoxx 50 naik 1,22 persen
  • Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,12 persen
  • Indeks DAX Jerman naik 0,20 persen
  • Indeks CAC Prancis naik 0,99 persen

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street juga mengalami penguatan:

  • Dow Jones naik 0,63 persen ke 49.384,01
  • S&P 500 naik 0,55 persen ke 6.913,35
  • Nasdaq naik 0,76 persen ke 25.518,35

Pergerakan bursa Asia pada Jumat pagi tercatat beragam:

  • Nikkei menguat 182,40 poin atau 0,34 persen ke 53.871,30
  • Shanghai menguat 6,02 poin atau 0,15 persen ke 4.128,60
  • Hang Seng melemah 111,38 poin atau 0,34 persen ke 26.871,30
  • Strait Times menguat 50,66 poin atau 1,05 persen ke 4.878,97
Penulis :
Ahmad Yusuf