Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

UMKM Mulai Bangkit di Agam Pascabanjir Bandang, Swirman: “Saya Coba Mulai dari Nol”

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UMKM Mulai Bangkit di Agam Pascabanjir Bandang, Swirman: “Saya Coba Mulai dari Nol”
Foto: (Sumber: Salah seorang penyintas banjir bandang di Kampung Tanjuang, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Swirman (69) saat menunggui warungnya yang baru buka usai bencana melanda daerah itu, Santu (24/1/2026). ANTARA/Altas Maulana.)

Pantau - Geliat ekonomi penyintas banjir bandang dan longsor di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pascabencana yang terjadi pada 27 November 2025.

Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali berangsur dibuka di wilayah terdampak seperti Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Timur.

Jenis usaha yang kembali beroperasi meliputi kuliner, penjualan buah, minuman, kebutuhan harian, hingga bengkel.

Para penyintas mulai menunjukkan semangat untuk kembali mencari nafkah meskipun masih dalam suasana pascabencana.

"Saya baru kembali menjual kebutuhan harian tiga hari ini. Kalau dipikir-pikir rasa duka ini masih membekas. Rumah dan usaha saya habis dilanda banjir. Tapi saya mencoba bangkit kembali, meskipun mulai dari nol", ujar Swirman (69), penyintas di Kampung Tanjuang, Nagari Salareh Aia Timur.

Bertahan dari Nol dengan Dana Tunggu Hunian

Swirman memanfaatkan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah sebesar Rp1.800.000 untuk tiga bulan sebagai modal awal membuka kembali warungnya.

Ia kini berjualan di warung sederhana berukuran 3x6 meter dengan barang dagangan seperti ikan kering, gula, garam, kecap, roti, beras, mi instan, dan kebutuhan harian lainnya.

"Saat ini isi warung masih sedikit dan jual beli paling Rp100 ribu per hari, mulai buka pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.30 WIB. Jika dibandingkan sebelum bencana melanda bisa Rp500 ribu per hari", jelasnya.

Meskipun omzetnya belum pulih, Swirman mengaku bersyukur karena usaha kecil ini masih bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Cuma usaha ini yang bisa saya lakukan saat ini, karena sawah saya hancur dilanda banjir bandang", tambahnya.

Selain DTH, ia juga menerima bantuan sembako dan kebutuhan pokok lainnya dari pemerintah secara rutin.

Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM dan Trauma

Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kementerian UMKM RI menggelar kegiatan pemulihan trauma untuk 250 pelaku UMKM di lima lokasi terdampak bencana pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kelima lokasi tersebut mencakup dua titik di Kecamatan Tanjung Raya, dua di Kecamatan Palembayan, dan satu di Kecamatan Malalak.

Program yang dilaksanakan meliputi pemulihan psikologis, pendampingan usaha, serta pendataan UMKM pascabencana.

"Pembenahan di segala sektor terus kita pacu. Kolaborasi semua pihak terus dilakukan baik terkait hunian sementara, penyaluran bantuan, pembenahan infrastruktur ekonomi dan lainnya", ujar Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal.

Penulis :
Ahmad Yusuf