
Pantau - Indonesia mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis yang berhasil menaikkan harga nikel dunia hingga 30 persen dalam waktu kurang dari satu bulan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai pengendali utama pasar nikel global.
Pemangkasan Produksi Dorong Lonjakan Harga
Harga nikel dunia sempat jatuh ke level terendahnya pada 16 Desember 2025, yakni sebesar 14.125 dolar AS per ton.
Namun, berdasarkan data London Metal Exchange (LME) per 19 Januari 2026, harga nikel melonjak tajam menjadi 18.000 dolar AS per ton.
Bahkan pada 7 Januari 2026, harga sempat menyentuh angka tertinggi sementara di level 18.450 dolar AS per ton.
Kenaikan ini terjadi setelah Indonesia memangkas lebih dari 100 juta ton produksi nikel melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa produksi nikel nasional pada 2026 dipangkas menjadi sekitar 250–260 juta ton.
Sebelumnya, target produksi dalam RKAB 2025 adalah sebesar 379 juta ton.
Selain menurunkan volume produksi, pemerintah juga mengubah durasi RKAB dari tiga tahun menjadi satu tahun guna memperketat pengendalian produksi mineral.
Indonesia Semakin Kuat Sebagai Pengatur Arah Harga Nikel Dunia
Langkah strategis ini menegaskan posisi Indonesia sebagai dirigen dalam "orkestrasi" harga nikel dunia.
Indonesia merupakan produsen nikel terbesar global dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap total produksi dunia.
Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yakni sebesar 42 persen dari total cadangan global.
Dengan pengaruh besar ini, Indonesia layak disebut sebagai penentu arah pasar dan tidak perlu khawatir soal daya saing harga terhadap negara lain.
Kebijakan pemangkasan produksi turut berdampak pada ekosistem hilirisasi nikel nasional yang telah dibangun sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Salah satu perusahaan yang terdampak oleh penyesuaian ini adalah PT Vale Indonesia Tbk, yang merupakan bagian dari rantai pasok industri nikel dalam negeri.
Sebagai pengendali pasar, Indonesia kini semakin kuat dalam menentukan arah kebijakan industri dan perdagangan nikel di tingkat global.
- Penulis :
- Aditya Yohan







