
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mulai menyalurkan sebanyak 482 ribu liter Minyakita langsung ke pedagang dan pengecer untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Penyaluran Dilakukan Langsung ke Pasar Tradisional
Penyaluran ini dilakukan di pasar-pasar tradisional yang berada di wilayah kerja Bulog Madiun, meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah Minyakita yang telah disalurkan mencapai 12 ribu liter, dengan sekitar 7 ribu liter khusus di Kota Madiun.
"Penyaluran Minyakita langsung ke pedagang maupun pengecer di Bulog Madiun sudah mulai dilakukan. Hingga saat ini jumlah yang telah disalurkan di wilayah Bulog Madiun mencapai 12 ribu liter dan khusus di Kota Madiun sekitar 7 ribu liter," ungkapnya.
Distribusi diprioritaskan kepada pedagang yang telah terdata oleh dinas terkait dan dilakukan agar harga tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.
Harga jual dari Bulog ke pedagang ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter, dengan ketentuan pedagang hanya boleh menjual kembali dengan harga maksimal Rp15.700 per liter.
"Dengan demikian pedagang dapat menjual dengan harga sesuai HET demi menjaga stabilitas harga dan pasokan, utamanya menjelang Ramadhan 1447 H," ia mengungkapkan.
Bulog juga memberikan edukasi kepada pedagang agar konsisten menjual sesuai HET sebagai bagian dari pengawasan distribusi.
Mekanisme Penyaluran dan Target Distribusi
Penyaluran sebanyak 482 ribu liter Minyakita ditargetkan selesai pada Februari 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Agar distribusi berjalan sesuai ketentuan, pedagang diwajibkan memenuhi sejumlah syarat, yaitu menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), menandatangani pakta integritas, serta mengisi aplikasi SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).
Penggunaan aplikasi SIMIRAH ditujukan agar pasokan minyak goreng dapat berkelanjutan dan terpantau, baik oleh Bulog Madiun maupun Bulog pusat.
Bulog berharap bahwa penyaluran langsung ke pedagang ini akan efektif menjaga ketersediaan dan kestabilan harga Minyakita di pasar tradisional, khususnya menjelang bulan puasa dan hari raya.
- Penulis :
- Shila Glorya







