
Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong integrasi pasar domestik melalui skema Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan business to government (B2G) guna memperkuat dampak penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa TEI 2026 harus menjadi panggung strategis untuk memperbesar eksposur dan permintaan terhadap produk mebel dan kerajinan nasional.
Pameran yang digelar oleh Kementerian Perdagangan ini dinilai berpotensi membuka peluang masuknya pesanan baru dari pasar global, terutama untuk produk berbasis bahan alam.
“Ajang TEI ini juga membuka peluang masuknya order baru, terutama menjelang Oktober, khususnya untuk produk berbasis material natural yang sedang naik kelas di pasar global,” ujarnya.
TEI 2026 Didorong Jadi Mitra Strategis IFEX dan Sarana Peningkatan Ekspor
Dalam pertemuan dengan Kemendag pada 21 Januari 2026 di Jakarta, HIMKI mengusulkan sejumlah strategi pematangan TEI 2026.
Salah satu usulan utama adalah penerapan strict zoning dengan pemisahan hall secara tegas berdasarkan kategori produk seperti makanan dan minuman, manufaktur, serta furnitur dan home decor.
HIMKI juga mengusulkan agar dua hall khusus furnitur sepenuhnya dikelola oleh asosiasi untuk memperkuat proses kurasi peserta, menata ekosistem pameran lebih tertib, serta membuka peluang pemberian harga dan subsidi khusus bagi anggota.
Selain sebagai ajang ekspor, HIMKI menilai pentingnya TEI Oktober untuk diposisikan sebagai bagian kedua dari penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang digelar setiap Maret.
Strategi ini bertujuan menjaga kesinambungan siklus permintaan ekspor, terutama untuk produk furnitur luar ruang yang membutuhkan pengiriman pada periode Januari hingga Mei.
Dorong Sinergi Industri dan Pemerintah dalam Belanja Produk Lokal
Untuk memperluas dampak TEI ke pasar dalam negeri, HIMKI juga mendorong keterlibatan instansi pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah sebagai potential buyer melalui skema P3DN/TKDN dan B2G.
Langkah ini bertujuan agar TEI tidak hanya menjadi ajang promosi ekspor, tetapi juga sarana integrasi pasar nasional yang berkelanjutan.
Inisiatif HIMKI ini mencerminkan komitmen kolaboratif antara pelaku industri dan pemerintah dalam mendukung hilirisasi, industrialisasi, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar global dan domestik.
Pada tahun 2025, Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-40 yang dibuka oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat partisipasi 8.045 peserta dari 130 negara.
Pameran ini menampilkan tiga zona utama, yakni produk makanan, minuman dan hasil pertanian; produk manufaktur; serta layanan dan peralatan berat.
Kemendag berharap TEI mampu memperkuat citra produk Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis ekspor dan produk dalam negeri.
- Penulis :
- Aditya Yohan







