Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Terhadap Independensi Bank Sentral

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Terhadap Independensi Bank Sentral
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Selasa (27/01), seiring dengan tren positif bursa saham Asia, meskipun diwarnai kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.

IHSG tercatat naik sebesar 4,90 poin atau 0,05 persen ke posisi 8.980,23.

Sementara itu, Indeks LQ45 justru mengalami pelemahan 6,30 poin atau 0,72 persen ke level 876,12.

Kekhawatiran Pengaruh Politik di Bank Sentral

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, menyebutkan bahwa penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen negatif terkait independensi Bank Indonesia.

"IHSG menguat, meskipun adanya kekhawatiran terhadap independensi bank sentral," ungkapnya dalam kajian tertulis di Jakarta, Selasa.

Nico menjelaskan bahwa kekhawatiran muncul setelah para legislator secara bulat menyetujui Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Persetujuan tersebut mengesampingkan dua bankir karier dan memicu spekulasi adanya potensi campur tangan politik dalam arah kebijakan moneter nasional.

Dari sisi global, pelaku pasar menanti hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 27–28 Januari 2026.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Namun, Nico menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga dibayangi kekhawatiran serupa terhadap independensi The Fed.

Selain itu, muncul spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump berpotensi mengumumkan calon ketua The Fed yang baru dalam pekan ini.

Pergerakan Sektor dan Saham

IHSG sempat dibuka melemah dan berada di zona merah hingga sesi pertama perdagangan berakhir.

Namun, pada sesi kedua, indeks mulai menguat dan akhirnya ditutup di zona hijau.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor teknologi menjadi yang tertinggi naik 2,14 persen.

Disusul sektor barang konsumen non primer naik 1,72 persen dan sektor infrastruktur naik 1,59 persen.

Sebaliknya, enam sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor industri turun paling dalam sebesar 3,45 persen.

Sektor barang baku turun 1,43 persen, sementara sektor keuangan melemah 0,47 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain LAJU, INAI, GTSI, AGII, dan TAYS.

Sedangkan saham yang mengalami pelemahan terdalam antara lain RMKO, KICI, INDY, JAST, dan MPPA.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 3.322.465 kali transaksi, dengan volume 58,95 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp27,48 triliun.

Sebanyak 279 saham menguat, 410 saham melemah, dan 117 saham stagnan.

Bursa Asia Kompak Menguat

Bursa saham kawasan Asia turut mencatatkan penguatan pada perdagangan sore ini.

Indeks Nikkei di Jepang menguat 448,20 poin atau 0,85 persen ke posisi 53.333,50.

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 361,42 poin atau 1,35 persen ke posisi 27.126,95.

Indeks Shanghai di Tiongkok juga naik 7,29 poin atau 0,18 persen ke posisi 4.139,89.

Sementara itu, Indeks Strait Times di Singapura menguat 62,08 poin atau 1,28 persen ke level 4.923,02.

Penulis :
Shila Glorya