
Pantau - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa sistem keuangan Indonesia pada triwulan IV-2025 tetap stabil dan terkendali, meskipun menghadapi tantangan global yang cukup signifikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sistem keuangan Indonesia pada akhir tahun 2025 berada dalam keadaan yang terjaga.
"Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sistem keuangan triwulan IV-2025 dalam kondisi terjaga, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan antar otoritas," ungkapnya.
Dampak Global terhadap Stabilitas Ekonomi
Secara global, dinamika ekonomi pada triwulan IV-2025 dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta kebijakan moneter The Fed yang lebih agresif dalam menurunkan suku bunga.
Perlambatan aktivitas ekonomi dan melemahnya pasar tenaga kerja di Amerika Serikat mendorong The Fed untuk memangkas Fed Funds Rate sebesar 50 basis poin, sehingga berada di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.
Pemangkasan suku bunga tersebut diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi global dan mendorong arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Perekonomian Domestik Tetap Tangguh
Meskipun terdapat tekanan eksternal, perekonomian domestik tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan diperkirakan mampu menjaga momentumnya ke depan.
"Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2025 diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter," jelas Purbaya.
Beberapa indikator ekonomi domestik memperkuat optimisme tersebut, seperti PMI Manufaktur yang berada di zona ekspansi, pertumbuhan positif indeks penjualan riil, serta surplus pada neraca perdagangan.
Likuiditas perbankan juga membaik seiring dengan pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 11,4 persen (yoy) pada Desember 2025, yang didukung oleh ekspansi fiskal, ekspansi likuiditas Bank Indonesia, serta stimulus pemerintah pada akhir tahun.
Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,6 persen (yoy) pada Desember 2025, didorong oleh perkembangan penyaluran kredit.
Dengan perkembangan tersebut, Purbaya menambahkan bahwa "Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diperkirakan berada di sekitar 5,2 persen," ia mengungkapkan.
KSSK Tetap Waspada dan Koordinatif
KSSK menegaskan komitmennya untuk terus mencermati berbagai perkembangan global dan domestik secara forward looking demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
KSSK juga berupaya melakukan mitigasi risiko secara terkoordinasi dengan seluruh lembaga anggota, pemerintah, serta institusi terkait lainnya, di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.
- Penulis :
- Leon Weldrick







